Showing posts with label OPINI. Show all posts
Showing posts with label OPINI. Show all posts

Wednesday, April 1, 2015

Dua Kelemahan Muslim Indonesia

SETIDAKNYA ada Dua Kelemahan Muslim Indonesia, yaitu masalah persatuan (ukhuwah) dan pengamalan Islam yang tidak murni (bid'ah).

Ukhuwah Islamiyah
Masalah ukhuwah menjadi masalah klasik. Muslim Indonesia, juga Muslim dunia pada umumnya, tidak pernah kompak bersatu-padu. Padahal, Allah SWT memperingatkan dalam Al-Quran:

Bid'ah
Kelemahan kedua, yaitu bid'ah. Masih banyak Muslim Indonesia, yang didominasi kaum nahdhiyin, yang mengamalkan amalan bid'ah.

Saat ditunjukkan kebid'ahan itu, mereka menyerang balik dengan jargon Wahabi-Salafi, dua aliran pemikiran yang sejatinya ingin menegakkan Sunnah Rasulullah Saw dan memberantas bid'dah dan khurafat di kalangan umat Islam.*
Read more

Thursday, December 18, 2014

Era Jokowi: Saatnya Kaum Liberalis & Anti Islam Naik Daun!

Era Jokowi: Saatnya Kaum Liberalis & Anti Islam Naik Daun!
INILAH saatnya kaum liberalis, syi'ah, ahmadiyah, dan aliran sesat lainnya naik daun. Rezim Jokowi, seperti diprediksi sejak awal, adalah ancaman bagi Islam dan kaum Muslim Indonesia. (Baca: Jokowi Ancaman bagi Islam Indonesia).

Sebelum dilantik jadi presiden, orang-orang di sekitar Jokowi yang tidak lain adalah antek-antek Barat yang anti-Islam dan Kafirun, sudah memunculkan kecenderungan anti-Islam dengan isu penghapusan Kementerian Agama.

Lalu muncul wacana penghapusan kolom agama di KTP, pelarangan doa Islam di sekolah, pengesahan nikah (kawin) beda agama, perubahan UU penistaan agama, pelarangan jilbab di Kementerian BUMN, dan entah apa lagi.

Inilah saatnya kaum anti-Islam di negeri ini mempreteli simbol-simbol Islam, meminggirkan Islam, menekan kaum Muslim. Maka... kaum liberalis seperti Ulil Abshar Abdala (JIL), dedengkot Syi'ah Laknatullah Jalaluddin Rakhmat, tokoh syi'ah berkedok ulama Quraish Shihab, dan sejenisnya, merasa leluasa berbicara untuk menyerang umat Islam.

Apakah umat Islam akan diam? Tidak! Pada saatnya akan ada sekelompok umat yang mendorong kebangkitan Islam di Indonesia, dan membabat orang-orang sekuler-liberalis anti-Islam itu.

Orang-orang seperti Ulil Abshar dan pasukan JIL-nya, Quraish Shihab, Jalaluddin Rakhmat dan pasukan syi'ah laknatullahnya, HARUS DIHENTIKAN!!!

Islam dan kaum Muslim akan terus dipinggirkan, ditindas, dan dibuat marah selama rezim Jokowi berkuasa. Sebab, di belakang Jokowi adalah kaum anti-Islam. PKB? Partainya NU? No!!! PKB tidak lebih dari kendaraan politik Muhaimin Iskandar untuk meraih kekuasaan dan berada di lingkaran kekuasaan. Tidak ada misi PKB membela Islam sama sekali.

Umat Islam, suatu saat, akan menggelar APEL SIAGA SEJUTA UMAT, dan bergerak mengepung ISTANA dan GEDUNG MPR/DPR agar rezim Jokowi dan lingkarannya berhentik menistakan Islam. Bahkan, jika perlu, Pemilu Presiden dipercepat saja seperti keinginan Ustadz Yusuf Mansur ketika merespons Anies Baswedan --tokoh liberal juga-- yang berniat melarang doa Islam di sekolah.*
Read more

Saturday, May 17, 2014

Jokowi Bakal Jadi Presiden Boneka

Jokowi Bakal Jadi Presiden Boneka
BUKAN hal baru jika ada dugaan bahwa Joko Widodo (Jokowi) bakal jadi "presiden robot" atau "presiden boneka" yang dikendalikan Megawati (PDIP).

Mari simak faktanya! Saat deklarasi pencapresan Jokowi, Rabu (14/5/2014), Megawati dalam pidatonya mengemukakan bahwa jika Jokowi adalah "petugas partai". Jika Jokowi jadi presiden pun, kata Mega, maka ia tetap "merupakan petugas partai dan harus menjalankan perintah partai". 

Dengan pernyataan itu, Mega sekali lagi ingin menegaskan meski Jokowi nanti menjadi presiden, Jokowi harus tetap tunduk padanya.

Mega jelas mengatakan bahwa Jokowi adalah petugasnya yang harus tunduk pada majikan. Dengan pernyataan ini, Mega juga tampaknya khawatir bahwa bisa saja Jokowi jika jadi presiden bisa mengambil alih PDIP. Makanya Jokowi pun diingatkan dihadapan para kader-kader PdiP untuk tidak mencoba hal itu.

Kalau Jokowi benar-benar jadi presiden, yang hanya patuh pada semua perintah Mega, maka Indonesia seolah hanya dimiliki oleh PDIP dan PDIP berhak melakukan apa saja.  

Jokowi akan seperti menjadi robot yang dikendalikan oleh Mega!!! 

Ini videonya. Simak menit ke-5:30 "Jokowi adalah Petugas Partai!

Read more

Thursday, May 15, 2014

Benarkah REPUBLIKA dan DOMPET DHUAFA Beraliran SYI'AH?

Benarkah REPUBLIKA dan DOMPET DHUAFA Beraliran SYIAH?

AWALNYA adalah sebuah posting di blog TANYA SYIAH dengan judul "Haidar Bagir Pembina Dompet Dhuafa". Berikut ini COPAS selengkapnya:

****
Haidar Bagir Pembina Dompet Dhuafa



Pembina Yayasan :
1. Parni Hadi
2. Houtman Zainal Arifin
3. Haidar Bagir
4. Sutiono Sinanseri

Tentang DD
Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasif dhuafa. Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Haidar bagir, S. Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika.

Pada 4 September 1994, Yayasan Dompet Dhuafa Republika pun didirikan. Empat orang pendirinya adalah Parni Hadi, Haidar Bagir, Sinansari Ecip, dan Erie Sudewo. Sejak itu, Erie Sudewo ditunjuk mengawal Yayasan Dompet Dhuafa dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana Ziswaf dalam wujud aneka program kemanusiaan, antara lain untuk kebutuhan kedaruratan, bantuan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi kalangan dhuafa. [https://www.dompetdhuafa.org/profil/sejarah/]


***

TIDAK ada penjelasan apa pun di tulisan itu, selain kutipan dari situs resmi Dompet Dhuafa (DD) dan highlight (bold) nama Haidar Bagir. Rupanya, posting itu bermaksud mengatakan bahwa Haidar Bagir adalah Syi'ah (Syiah).

Tidak ada satu pun komentar di posting itu, namun data Facebook Share di sana menunjukkan posting itu di-Share oleh 235 Facebooker! Salah satunya adalah akun Facebook Gerakan Anti Syiah. Salah satu fotonya memuat foto Haidar Bagir. (Link > https://www.facebook.com/GerakanAntiSyiah/photos/a.182721845112538.55812.182718865112836/737300579654659/?type=1).

Ini isi "seruan" di bawah foto tersebut:

AWAS.. HATI-HATI, INI PEMBERITAHUAN ....!

"Dompet Dhuafa - Koran Republika" di Kelola oleh Syi'ah !
Jangan Menyumbang ke Dompet Dhuafa-Koran Republika.
Sebarkan Informasi ini. Ingatkan seluruh Umat islam.

-----------------------------------------

Dompet Dhuafa - Republika, adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasib dhuafa.

'DD' (dompet dhuafa)

Pembina Yayasan :

1. Parni Hadi.
2. Houtman Zainal Arifin.
3. Haidar Bagir. ======> Tokoh Syi'ah !!!
4. Sutiono Sinanseri.

Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Haidar bagir, S. Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika.

Pada 4 September 1994, Yayasan Dompet Dhuafa Republika pun didirikan. Empat orang pendirinya adalah Parni Hadi, Haidar Bagir, Sinansari Ecip, dan Erie Sudewo. Sejak itu, Erie Sudewo ditunjuk mengawal Yayasan Dompet Dhuafa dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana Ziswaf dalam wujud aneka program kemanusiaan, antara lain untuk kebutuhan kedaruratan, bantuan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi kalangan dhuafa.

[https://www.dompetdhuafa.org/profil/sejarah/]

Awas, hati-hati... Jangan sumbangkan Duit anda untuk agama sesat Syi'ah ...!

Bahkan Koran Republika adalah 'Coron'g pembela Syi'ah ...!


KOMENTAR Facebooker sangat banyak! Banyak di antaranya yang MENYAYANGKAN admin page Facebook tersebut yang ASAL POSTING tanpa TABAYUN dulu kepada pihak Dompet Dhuafa.

Gerakan Anti-Syi'ah KITA DUKUNG! Tapi.... gerakannya harus elegan, santun, TIDAK SERAMPANGAN seperti Page Facebook tersebut!

REPUBLIKA yang kemudian melahirkan DOMPET DHUAFA adalah koran Islam pertama di Indonesia. Didirikan oleh sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

Jika ada SATU ORANG Haidar Bagi di Republika dan Dompet Dhuafa, apa lantas kita vonis bahwa Republika dan DD adalah Syi'ah? SANGAT NAIF. Apakah hanya karena ada SATU PELACUR di kota Anda, misalnya, lalu bisa dikatakan bahwa kota Anda adalah Kota Pelacur? Tentu tidak demikian.

Di PDIP jelas ada Jalaluddin Rakhmat, orang  yang selama ini dikenal sebagai TOKOH UTAMA SYI'AH INDONESIA. Apakah kita bisa mengatakan bahwa PDIP adalah CORONG SYI'AH?

Kita harus bela REPUBLIKA dan DOMPET DHUAFA. Selamatkan keduanya dari FITNAH dan bersihkan keduanya dari anasir Syi'ah dan aliran sesat lainnya!!!

Republika, menurut data Alexa, adalah media online Islam NOMOR SATU di Indonesia, paling banyak dikunjungi. Republika pula yang selama ini MENYUARAKAN ASPIRASI umat Islam. Semua karyawan Republika dan Dompet Dhuafa adalah Muslim. Selain Muslim, tidak diterima!

ADMIN blog ini "mengenal dengan baik" Redaksi Republika dan Manajemen Dompet Dhuafa. Insya Allah, keduanya "AMAN" dari Syi'ah. Kalaupun ada pemberitaannya yang terkesan memihak Syi'ah, mari kita ingatkan dan "jewer" Republika!

Harus kita akui, Republika adalah satu-satunya media yang konsisten menyuarakan aspirasi umat dan syi'ar Islam. Dompet Dhuafa pun satu-satunya lembaga sosial-keagamaan yang dikelola secara modern, profesional, dan TANPA ADA KEPENTINGAN POLITIK DAN GOLONGAN dalam program pemberdayaannya. Wallahu a'lam.*
Read more

Monday, March 24, 2014

Jokowi Jadi Ancaman Islam di Indonesia

Jokowi Jadi Ancaman Islam di Indonesia
Jokowi Jadi Ancaman Islam di Indonesia

JOKO WIDODO alias Jokowi jadi ancaman Islam di Indonesia. Pasalnya, di Solo ia meninggalkan sosok pemimpin Kristen setelah ia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kemungkina, jika Jokowi terpilih menjadi Presiden, ia pun meninggalkan pemimpin Kristen pula bagi DKI.

Banyak "rumor" yang menyebutkan Jokowi menjadi pion (baca: budak) yang dimanfaatkan pihak asing agar umat Kristen menjadi penguasa di Indonesia.

Jokowi sebenarnnya punya nama Cina, yaitu Wie Jo Koh. Nama ini diberikan oleh orang tuanya berdasarkan nama seorang leluhurnya yang pertama kali datang ke Indonesia, Wie Jok Nyan. Sehingga jelaslah Jokowi adalah seorang Cina bermarga Wie.

Sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, belum ada progres apa pun, seperti mengatasi banjir, kemacetan, dan sejumlah masalah sosial di Jakarta, termasuk soal korupsi. Sebaliknya, dalam pengadaan 1.000 bus Transjakarta, yang senilai Rp1 triliun, sudah terbukti adanya kolusi dan korupsi, dan melibatkan pendukungnya.

Jokowi bukan pemimpin ideal. Pasalnya, banyak pihak yakin, Jokowi disetir alias dikendalikan oleh Megawati, Ketua Umum PDIP. Jika terpilih jadi presiden, Jokowi bakal menjadi "penguasa boneka" yang dikendalikan Mega dan PDIP.

Setidaknya, itulah rumor atau isu yang berkembang di kalangan umat Islam. Silakan tanya ke tokoh-tokoh Islam yang memiliki komitmen yang tinggi dengan keislamannya dan punya akses informasi. Wasalam.
Read more