Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, July 31, 2016

Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja

Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja
Usung Misi Kuasasi Indonesia dan Hidupkan Kembali Komunis, Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja.

Ketua Yayasan Renaissance Foundation Ridwan Saidi, mengingatkan Pemerintahan Jokowi-JK agar mewaspadai pencaplokan wilayah Indonesia oleh Cina.

Menurut Ridwan, saat ini serdadu tentara merah Cina sudah memasuki wilayah-wilayah strategis di Tanah Air. Mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Maluku, sudah dimasuki para tentara Cina, yang menyamar sebagai pekerja dan wisatawan.

"Diduga Cina ingin menguasai Indonesia dengan jalan mengirim tentara mereka yang menyamar sebagai pekerja," ujar Ridwan Saidi, saat konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2016).

Oleh karena itu, Ridwan mengingatkan, jika hal ini tidak segera diantisipasi, dalam beberapa tahun ke depan semua sektor, mulai dari perekonomian, teknologi, hingga pemerintahan di Indonesia bakal disetir Cina.

"Saya sebagai warga negara Indonesia, punya keluarga anak dan cucu merasa berkewajiban mengingatkan pemerintah," katanya.

Senada dengan Ridwan, Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah mengatakan, pemerintah Indonesia harus berkaca pada kasus penjajahan Cina atas negara Tibet.

Awalnya, kata Amir, tentara Cina datang ke Tibet dengan menyamar sebagai pekerja. Mereka kemudian membangun infrastruktur dan perekonomian Tibet.

"Namun pada akhirnya merea menguasai Tibet mengusir pemimpin Tibet Dalai Lama. Makanya, jangan sampai ini terjadi di Indonesia," ujar Amir.

Amir menambahkan, keberadaan pulau reklamasi yang pembangunannya dimotori Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjadi bukti shahih sebagai agresifitas Cina untuk menguasai Indonesia.

"Nantinya, bangunan di atas Pulau reklamasi akan diperuntukkan bagi para pendatang dari Cina. Dari sanalah mereka kemudian akan menguasai nusantara," ungkapnya.
Read more

Saturday, July 30, 2016

Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Arogansi Etnis Cina

Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Arogansi Etnis Cina
Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Arogansi Etnis Cina atas Warga Pribumi

MENTANG-MENTANG rezim Jokowi sedang gencar membela China, warga Cina di Indonesia merasa di atas angin dan berani bertindak arogan.

Warga Cina di Indonesia itu tamu, sebagaimana orang China lain di seluruh dunia. Jadi, bertindaklah seperti tamu. Tuan rumah (orang Indonesia asli) sudah sangat baik menerima orang-orang China yang tidak kebagian tempat di negaranya.

Menurut Sekretaris Forum Umat Islam (FUI) Tanjung Balai, Ustaz Luthfi Ananda Hasibuan mengatakan peristiwa kerusuhan Tanjungbalai, Sumatera Utara, merupakan puncak kemarahan warga akibat sikap warga etnis Cina yang selama ini arogan.

“Mereka suka menyepelekan, suka semena-mena, jika kesenggol sedikit langsung marah dan tak segan-segan mengajak berkelahi,” ujarnya lansir Suara Islam Online, Sabtu (30/7/2016).

“Dan sudah menjadi rahasia umum, sekitar Vihara sering terjadi prostitusi, mereka menjual anak-anak kita dari kaum Muslimin,” tambah Ustaz Luthfi.

Karena itulah, kata dia, warga sudah lama geram. “Selama ini kita sudah bersikap sabar, namun karena sudah keterlaluan dan kemarahan warga tak terbendung jadi sekarang ini puncaknya,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Ustaz Luthfi, jika masyarakat dari golongan manapun bisa saling menghormati dan menghargai itu tidak akan ada masalah. “Kalau kita gak diganggu, agama kita gak diusik, itu gak akan ada masalah,” jelasnya.

“Karena itu kita berharap kedepannya mereka tidak bersikap semena-semena lagi, dan jangan mengusik agama kita,” harap Ustaz Luthfi.

Kita lihat, apakah Jokowi akan mengundang para pembakar vihara dan klenteng itu, sebagaimana ia mengundang ke istana para pembakar masjid di Talikara?
Read more

Wednesday, April 1, 2015

Hendropriyono Dituding di Balik Pemblokiran Situs Islam

Hendropriyono Dituding di Balik Pemblokiran Situs Islam
VIVA.co.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Makhmud (AM) Hendropriyono, dituding sebagai orang di balik kebijakan pemerintah memblokir sejumlah laman atau situs yang memuat paham radikal. Seperti ideologi yang dianut kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ahmad Fatih, menuding Hendropriyono bekerja sama dengan Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) merekomendasikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup situs-situs Islam yang diklaim radikal.

Fatih bahkan menyebut BNPT dan Hendopriyono alergi atau anti dengan kata jihad. Sehingga dia menyimpulkan terjadi fobia atau ketakutan berlebihan pada Islam.

"BNPT dan Hendropriyono sangat alergi dengan kata jihad. Sehingga sangatlah wajar jika media yang memberitakan pergerakan jihad akan diblokir sesuai dengan pesanan BNPT," ujar Fatih melalui siaran pers yang diterima VIVA.co.id pada Rabu, 1 April 2015.

Fatih berpendapat, kebijakan pemblokiran yang tanpa parameter jelas sebagai upaya membiaskan ajaran Islam. Sementara paham Syiah dan pemikiran Islam yang liberal diterima atau tidak dilarang. Padahal media-media daring (online) itu berusaha menjaga dan membentengi akidah umat Islam dari kesesatan dan penyimpangan.

"Tidak adil jika situs media Islam diblokir sedangkan situs media Syiah, Islam liberal, aliran dan paham sesat lain bebas berkeliaran dan meracuni akidah umat Islam," ujar Fatih.

Serupa Media Islam Masyumi
Fatih bahkan menyamakan pemblokiran itu dengan kebijakan pembredelan media Harian Abadi yang dikelola Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) di era orde lama. Pola-pola seperti itu, katanya, memang biasa dilakukan penguasa tiran.

Dia mengutip teori Robert W Hefner dalam buku yang ditulisnya Islam Pasar Keadilan bahwa pemblokiran itu merupakan bagian kampanye yang disengaja terhadap media Islam.

"Peran media Islam tidak hanya memberikan informasi aktual terkait perkembangan Islam, tempat untuk menuntut ilmu, namun juga bisa berperan sebagai alat penyeimbang pemerintahan dalam melakukan cross and balance," katanya.

Peran media Islam, ditegaskan Fatih, adalah sebagai pemberi masukan atas kebijakan–kebijakan pemerintah yang keluar atau tidak sesuai dengan Islam. "Dan kebijakan–kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat," kata Fatih.*
Read more

Tuesday, March 31, 2015

Petisi Jangan Bungkam Dakwah Islam Tembus 2.062 Dukungan

jangan bungkam dakwah islam
Jakarta, HanTer - Rencana penutupan sejumlah situs media Islam yang lahir dari inisiatif dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kemenkominfo menerima daftar 22 situs yang rencananya akan diblokir.

Rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari masyarakat dengan menggalang petisi kepada Menkominfo Rudiantara di change.org, Selasa (31/3). Petisi digalang Irfan Noviandana yang beralamat di Jakarta itu memberi tajuk "Jangan Bungkam Dakwah Islam, Stop Blokir Situs Islam" hingga berita diturunkan telah mendapat 2.311 dukungan.

Irfan menilai, umat Islam di Indonesia kembali mendapat perlakukan tidak adil dari pemerintah, khususnya BNPT dan Kemenkominfo. Apalagi, alasan yang digunakan BNPT bahwa situs dakwah Islam disinyalir menyebarkan paham radikalisme sangat mengada-ada.

Surat permintaan penutupan situs dari BNPT yang tersebar di jejaring sosial dengan nomor: 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal menyebutkan ada 19 (sembilan belas) situs yang masuk dalam daftar situs penyebaran paham radikal. Jika melihat informasi yang diberitakan pada situs resmi kominfo.go terdapat lebih banyak atau 22 (dua pulu dua) situs yang diblokir.

Adapun ke-22 situs yang telah diblokir yakni:
1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzammedia.com dan
22. indonesiasupportislamicatate.blogspot.com

Tak hanya itu, Kemkominfo juga telah meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir ke-22 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPT bahwa situs/website tersebut merupakan situs/website penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme.

Menurut Irfan, jika melihat dari konten sebagian besar situs yang digolongkan kedalam situs penyebaran paham radikal--ikut menyebarkan propaganda ISIS--tersebut sangat jauh dari tuduhan BNPT. Pasalnya, mayoritas ulama dan ormas-ormas Islam di Indonesai telah bersepakat dengan fatwa-fatwa ulama di dunia bahwa paham ISIS termasuk paham ghuluw/radikal.

''Jika ada kelompok yang mendukung ISIS di Indonesia dapat dipastikan hanya sekelompok kecil. Artinya tuduhan BNPT kepada sebagian besar situs-situs diatas salah total, karena paham mereka sangat bertolak belakang dengan paham ISIS,'' katanya.

Karenanya, lanjut Irfan, petisi ini mengajak masyarakat muslim di Indonesia pantas mencurigai pemerintah melalui BNPT menggunakan isu ISIS untuk membungkam dakwah islam di dunia maya melalui kewenangan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Pembredelan sejumlah situs Islam tersebut juga melanggar kebebasan pers, sebagaimana diatur Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999 pasal 4.

Pertama, Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Kedua, Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ketiga, Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Keempat, dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

''Kami memberikan waktu kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara dalam 2 x 24 jam untuk segera memberikan respons dari tuntutan umat Islam yang telah dirugikan haknya dari pemblokiran situs dakwah tersebut,'' katanya.

''Kami mengajak kepada seluruh umat islam di Indonesia untuk ikut andil memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang telah dibungkam kegiatan dakwahnya melalui pemblokiran situs-situs dakwah Islam yang digolongkan kedalam 22 situs penyebar paham radikal dengan memberikan tanda tangan petisi ini dan menyebrakannya. Jika Kemkominfo tidak memberikan respon dari waktu yang diberikan, mari bersama-sama melakukan aksi protes yang lebih efektif,'' jelasnya.*
Read more

Friday, March 13, 2015

34 Penganut Syi'ah Penyerang Majelis Az-Zikra Kembali Masuk Islam

Protes IJABI makin menegaskan bahwa Syi'ah memang BUKAN Islam.

34 Penganut Syi'ah Penyerang Majelis Az-Zikra Kembali Masuk Islam
SEBANYAK 34 pengikut syiah yang menjadi tersangka penganiayaan jamaah Masjid Az-Zikra menyatakan bertaubat dari ajaran Syiah. Mereka menyatakan kembali masuk Islam.

Mereka mengaku menyesal telah meyakini ajaran yang diputuskan menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, hingga melakukan kekerasan kepada warga Ahlussunah.

Ikrar para pengikut Syiah itu dilakukan ketika Majelis Az-Zikra dipertemukan dengan 34 tersangka pada Kamis (5/3/2015). 

Ketua penyerangan, Ida Bagus Handoko, ikut menyatakan penyesalannya. Kehadiran Az-Zikra ini dilakukan usai para keluarga tersangka mendatangi Arifin Ilham dan merengek meminta maaf.

Menyusul ikrat taubat pengikut Syiah ini, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonsia (IJABI) bersama The Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) melakukan protes.

Divisi Hukum OASE, Ferdi Irawandi, menilai pihak Majelis Az-Zikra telah mempengaruhi keyakinan tersangka hingga menyatakan taubat dari Syiah dan kembali Ahlussunah.

“Mereka diborgol, dipengaruhi keyakinan agamanya, disuruh bertaubat dan dirukyah,” kata Ferdi ditemani Jalaluddin Rakhmat beserta istri, Emilia Renita, di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Kamis (12/3/2015).

Sementara itu, Juru Bicara Majelis Az-Zikra, Ahmad Syuhada, menilai apa yang diucapkan Ferdi semakin menunjukkan perbedaan Syiah dengan Ahlussunah.

“Jika kelompok IJABI protes, berarti ajaran Syiah memang berbeda dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah,” ujar Ahmad Syuhada kepada Islampos, Jum’at (13/3/2015).

Ahmad Syuhada mengatakan proses pertemuan Az-Zikra dengan tersangka berjalan dengan akrab dan ekspresif. Tangan mereka pun tak diborgol seperti dituduhkan Jalaluddin Rakhmat cs.

“Kedatangan kami kesana menunjukkan kasih sayang kami. Bukti kasih sayang itu, kami tunjukkan dengan memberikan sebuah santunan bagi mereka yang memiliki keterbatasan,” tutur Syuhada seperti dikutip  Islampos.*
Read more

Friday, March 6, 2015

ISLAMTOLERAN.COM vs ISLAMPOS.CO soal ANJING. YANG BENAR: ISLAMPOS!!!

ISLAMTOLERAN.COM vs ISLAMPOS.CO soal ANJING. YANG BENAR: ISLAMPOS!!!
ISLAMTOLERAN.COM MENYEBAR FITNAH DAN BERITA ASAL. AMATIRAN SEKALI. MAKLUM, KAFIR BERKEDOK ISLAM !!!! JANGAN PERCAYA ISLAMTOLERAN.COM !!! 
ISLAMTOLERAN.COM- Usai acara Proses mediasi antara pemprov DKI dan DPRD DKI kemaren yang difasilitasi oleh pihak kemendagri sempat terdengar celetukan " Anjing Lu"
Celetukan " Anjing Lu" tersebut Berasal dari pihak anggota DPRD DKI yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama
Usut punya usut celetukan kasar tersebut ternyata berasal dari seorang politisi PKS bernama Haji Tubagus Arif, S. Ag
Dugaan Tersebut dituturkan oleh akun facebook bernama " Made Supriatma" , dalam akun facebooknya Made Supriatma menuturkan bahwa politisi PKS Haji Tubagus Arif, S. Ag meneriaki ahok " Cina anjing"
Berdasarkan pantauan Islamtoleran.com, postingan akun FB " Made Supriatma" tersebut hingga saat ini telah di share oleh 510 pengguna facebooker
Berikut ini isi lengkap postingan lengkap akun FB " made Supriatma" :
"Cina anjing ... " Begitulah teriak seorang anggota DPRD kepada Gubernur DKI dalam proses mediasi di Kemendagri. Berita di media sosial menengarai teriakan itu datang dari mulut Haji Tubagus Arif, S. Ag. (Sarjana Agama, Sodara-sodara!), anggota DPRD DKI dari Partai Keadilan Sejahtera.
Ucapan, 'Cina, Lu' sendiri sering dipakai untuk menghina etnik Cina di Indonesia. Pengertiannya tidak sekedar kulit kuning dan mata sipit tetapi juga serakah (karena dianggap kaya dan kekayaannya diperoleh dengan cara tidak adil) dan kafir.
Sementara 'Anjing, Lu' adalah makian yang sangat kasar.
Dengan menggandakan hinaan ini, politisi ini seakan menyatakan keyakinan moralnya. Orang seperti Ahok tidak sederajat dengan dirinya karena (1) dia Cina; (2) dia sederajat anjing.
Sikap dan keyakinan seperti ini bukan sesuatu yang aneh di negeri ini. Orang menjadi makin eksklusif. Mereka tidak saja menolak apa saja yang dianggap bukan bagian dari identitasnya. Mereka juga merasa berhak untuk melontarkan hinaan sekeji-kejinya.
Ironisnya, bangunan argumen yang dipakai oleh DPRD DKI untuk menentang Ahok adalah bahwa dia tidak tahu etika dan tidak tahu sopan santun. Tapi kita lihat sendiri, apakah tingkahlaku anggota DPRD ini beretiket dan santun?
Sisi yang baik adalah bahwa Ahok kabarnya menyerap hinaan itu dengan mengatakan, "Daging anjing itu enak ..." (baca: Diteriaki anjing oleh DPRD, Ini Dia Jawaban Ahok )
Tapi kita tahu dimaki 'Anjing" itu tidak enak. Begitu juga untuk etnik Cina yang dihina kecinaannya.
Dan sesungguhnya mulut anjing jauh lebih santun daripada mulut politisi ini.

BERITA YANG BENAR
Islamedia.co -  Fitnah kembali mendera politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kali ini fitnah diarahkan kepada anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS Tubagus Arief. Tubagus Arief dituduh mengucapkan kata "Anjing" saat acara Proses mediasi antara pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Media online yang mengatasnamakan Islam, islamtoleran.com dalam rilis beritanya jum'at 6 Maret 2015 memberitakan : "Politisi PKS Ini Teriaki Ahok ‘Cina Anjing’ Ketika Mediasi Pemprov DKI & DPRD

Menyikapi fitnah yang diarahkan kepada dirinya, Tubagus Arief langsung membantahnya dan menegaskan bahwa bukan dirinya yang mengatakan kata "anjing".

"Di pagi ini kita dikagetkan dg tuduhan yang keji & fitnah. Alhamdulillah lisan ini masih terjaga & tidak mengucapkan spt hal yang dituduhkan. " tulis Tubagus Arief melalui akun twitternya @Tubagus_Arif, Jum'at (6/3/2015).

Senada dengan Tubagus Arief, akun youtube bernama "Jawara kebenaran" mengunggah sebuah video dengan judul "Mengungkap kebenaran Tubagus", kamis (5/3/2015). Dalam video berdurasi 0:59 menit tersebut sangat jelas bahwa suara "anjing" bukan berasal dari Tubagus Arief.


Untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi link youtube berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=MRb6H4140xs&feature

  

[islamedia/mh] 
SIAPA ISLAMTOTERAN?
AntiLiberalNews - Beberapa bulan belakangan ini dunia maya diramaikan dengan situs publisher yang banyak dijadikan rujukan aktivis liberal dan pluralisme. Nama situs tersebut adalah Islam Toleran.
Dilansir Fimadani,  situs tersebut dianggap menyulut intoleransi karena konten dan opininya yang seringkali tidak benar.
Hal ini membuat bingung karena redaksi situs tidak dicantumkan dan administrator situs menggunakan nama samaran. Dalam bahasa jurnalistik online, disebut sebagai “situs kaleng”.
Namun, salah seorang admin menjelaskan pada publik bahwa situs Islam Toleran adalah situs yang didirikan oleh sejumlah orang Non Muslim.
Islam Toleran Bukti Didanai Non Muslim“Web Islamtoleran.com ini didirikan oleh banyak orang bukan satu orang saja sebab para admin web islamtoleran.com ini terdiri dari orang orang multi etnis dan agama baik itu orang Muslim, Kristen, hindu, Buddha dan Kong Hu Chu yang sangat peduli terhadap kerukunan antar umat dan keutuhan NKRI,” terang salah seorang adminnya yang menggunakan nama palsu, Son Goku, dalam opininya 1 Januari 2015 lalu.
Selain itu, situs yang mencatut nama Islam ini juga dibiayai oleh orang-orang Non Muslim.
“Dana pembuatan web islamtoleran.com ini juga di dapat dari hasil sumbangan dari orang orang multi etnis dan agama, baik itu orang Muslim. Kristen, Hindu, Buddha dan Kong Hu Chu,” paparnya.
Nah, jika sudah demikian, kira-kira apakah tujuan orang-orang Non Muslim membuat dan membiayai situs dengan nama Islam Toleran?


Read more

Tuesday, January 27, 2015

Buku Misionaris Kristen Menghina Islam Beredar di Mataram

Buku Misionaris Kristen Menghina Islam Beredar di Mataram
Buku-buku tersebut mencela Allah SWT, menghina Nabi Muhammad SAW, serta mengajak umat Islam masuk Kristen.

SEBUAH buku berisi "petunjuk" agar umat Islam masuk mempercayai Yesus Kristen sebagai Tuhan dan masuk agama Kristen beredar di Mataram.

Dalam buku tersebut antara lain tertulis, "Inilah JALAN LURUS yang dicari umat Muslim sedunia! Yesus Kristuslah Jalan Lurus Itu. Jalan yang akan membawa Anda ke surga. Jika Anda ingin mencapai surga, tidak ada jalan lain selain percaya kepada Sang Jalan, yaitu Yesus Kristus".

Menanggapi ulah misionaris Kristen yang berusaha memurtadkan umat Islam itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram TGH Muhtar mengimbau warga di daerah itu tidak terpengaruh , meskipun buku-buku tersebut mencela Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

"Alhamdulillah buku-buku itu sudah diamankan dan tidak meluas ke masyarakat. Untuk itu, mari kita merapatkan barisan untuk terus menjaga kesatuan dan persatuan antarumat agar Kota Mataram bisa tetap aman dan kondusif," kata TGH Muhtar di Mataram, seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/1).

Sebagai langkah antisipasi setelah ditemukannya buku-buku tersebut, MUI telah melakukan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan menyampaikan hal tersebut kepada semua pimpinan umat.

"Dari pengakuan Pak Bambang (pimpinan umat Kristen di Kota Mataram), menyebutkan bahwa mereka tidak pernah menyebar buku-buku tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan, dari pimpinan umat Kristen sendiri menduga kemungkinan buku-buku itu disebar oleh orang luar. Hal itu terbukti setelah pimpinan umat Kristen melakukan penelusuran terhadap penyebaran buku-buku tersebut.

"Memang benar, ternyata penyebar buku-buku yang dikhawatirkan menimbulkan perpecahan antarumat itu dilakukan oleh pihak luar," ujarnya.*
Read more

Thursday, January 8, 2015

Profil Charlie Hebdo - Media Prancis yang Gemar Menghina Islam

Profil Charlie Hebdo - Media Prancis yang Gemar Menghina Islam
Charlie Hebdo adalah Media Cetak Prancis yang Gemar Menghina Islam dengan menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw. Hari Rabu 7 Januari 2015, redaksi tabloid ini kena batunya. Kantor Charlie Hebdo di Paris diserang sejumlah pria bersenjata.

Sebanyak 12 orang tewas diberondong peluru, termasuk sejumlah kartunis dan dua orang polisi. Salah satu polisi diketahui beragama Islam yang kebetulan sedang patroli di sana.

Dunia mengutuk serangan itu, termasuk tokoh-tokoh Muslim dan organisasi Islam dunia.


Salah satu korban tewas adalah Pemimpin Redaksi Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, yang lebih dikenal dengan nama Charb. Korban tewas lain adalah para kartunis yang dikenal dengan panggilan Cabu, Tignous, dan Wolinski.

Stephane Charbonnier diketahui sudah beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan akibat sejumlah publikasi majalah ini yang kerap menghina Islam.

Majalah Charlie Hebdo menjadi musuh umat Islam dunia karena sering menerbitkan kartun-kartun satir yang oleh umat Muslim dianggap sebagai bentuk pelecehan atau serangan.


Majalah ini terbit sejak 1970, mendapat inspirasi namanya dari tokoh kartun Amerika, Charlie Brown. Sejak awal majalah ini diterbitkan untuk "meledek" selebritas, politisi, bahkan agama.

Tahun 2006, Charlie Hebdo mencetak ulang 12 kartun Nabi Muhammad Saw yang sempat diterbitkan harian Denmark, Jyllands-Posten.
Salah satu kartun menampilkan sebuah bom yang ditempatkan dalam sebuah surban memicu protes di negara-negara Muslim. Namun, redaksi majalah ini selalu berkilah bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi.

Sebenarnya Charlie Hebdo bukan majalah besar. Tirasnya hanya sekitar 30.000 eksemplar tiap pekan dan kini mengharapkan donasi agar majalah ini bisa tetap terbit. Serangan terhadap Islam hanyalah "strategi bisnis" untuk mendapatkan popularitas, sama halnya dengan sejumlah politisi Eropa --seperti Geert Wilders di Belanda-- yang mencari popularitas dengan menghina Islam dan kaum Muslim.

Media Anti-Agama (Islam)
Charlie Hebdo yang dalam bahasa Inggris dikatakan Charlie Weekly adalah majalah Prancis yang memuat kartun-kartun satir, laporan, polemik hingga lelucon.

Media tersebut dikenal anti-agama dan sayap kiri, memuat artikel terkait kaum ekstrim kanan, Katolik, Islam, Yahudi, politik, budaya, dll.

Menurut Pemimpin Redaksi majalah tersebut, Stephane Charbonnier, medianya memuat sudut pandang sayap kiri dan bahkan orang-orang yang memiliki pandangan abstain.

Charlie Hebro muncul tahun 1969 hingga 1981 yang akhirnya sempat berhenti. Namun, tahun 1992 bangkit kembali. Charb, panggilan Stephane Charbonnier, adalah pemred saat ini. Ia memegang majalah tersebut sejak tahun 2009 hingga akhirnya ditembak mati bersama 9 orang lainnya di media tersebut di kantor redaksi bersama 2 orang anggota polisi pada Rabu, (7/1/2015).

Majalah tersebut terbit setiap Rabu dengan edisi isu-isu panas yang menarik masyarakat.

Majalah tersebut pernah memuat edisi kontroversial pada 3 November 2011. Edisi ketika itu mengubah nama Charlie Hebdo menjadi Sharia Hebdo dengan mencantumkan "Muhammad" sebagai editor tamu di dalamnya. Slogan di edisi tersebut, "100 cambukan jika kamu tidak mati tertawa".

Berbagai reaksi dari masyarakat Muslim dunia muncul atas pemuatan edisi tersebut. Namun, Charb menyatakan majalah yang dikelola dirinya bebas menyatakan apa pun.

Tahun 2007 Charlie Hebdo harus membela diri di pengadilan sehubungan dengan kartun Nabi Muhammad, yang dicetak ulang di majalah itu, dan membuat marah umat Muslim dunia.*
Read more

Monday, September 1, 2014

Spanduk ‘Tuhan Membusuk’ di UIN Sunan Ampel Surabaya

Dulu Nietzsche membuat ungkapan "God is Dead". Kini mahasiswa yang "sok intelek" padahal bodoh (jahil) membuat ungkapan "Tuhan Membusuk". Cari sensasi nih?

KOMUNISME yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit lagi bukan omong kosong. Bahkan, kini kader-kader PKI di kampus sudah tidak ragu lagi menunjukkan eksistensinya. Salah satunya di UIN Sunan Ampel Surabaya. Antek-antek komunis ini membuat Spanduk "Tuhan Membusuk".

Spanduk ‘Tuhan Membusuk’ di UIN Surabaya

Seperti d

ilansir Islam Pos, spanduk bertuliskan “Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, dinilai oleh Pengurus Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Habib Zein Al-Kaff sebagai bentuk penghinaan kepada umat Islam.

“Itu penghinaan kepada umat Islam. UIN Sunan Ampel jadi markasnya aliran sesat,” tegas Zein yang juga pengurus Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini kepadaIslampos, Sabtu (30/8).

Oleh karena itu, menurutnya, pelaku harus dipecat dan diadili serta rektor UIN Sunan Ampel harus bertanggung jawab atas kasus ini.

“Kalau rektor tidak bisa membersihkan, maka umat Islam yang akan membersihkan,” tutupnya.

Tema spanduk itu adalah tema Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 bagi mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel yang berlangsung pada 28-30 Agustus.

Gubernur (Ketua) Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Rahmad Sholehuddin menjelaskan tema spanduk ‘Tuhan Membusuk’ dalam Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, sejatinya berangkat dari sebuah realitas keberagamaan masyarakat Indonesia yang belakangan kian memperihatinkan.

“Sekarang tidak sedikit orang atau kelompok yang mengatasnamakan Tuhan membunuh orang lain,” kilahnya seperti dikutip Muslim Daily (30/8).

Dia melanjutkan, demi (membela) Tuhan, mereka rela mempertaruhkan nyawanya. Perilaku ini lazim dilakoni oleh kelompok yang mengklaim paling shaleh. Kelompok yang mengklaim paling islami. Akibatnya, kelompok yang berbeda dengan mereka dengan mudah dituduh ‘kafir’ yang darahnya halal.

Keperihatinan yang lain menurutnya adalah fenomena keberagamaan masyarakat modern yang mulai menempatkan spiritualitas sebagai alternatif pemecahan berbagai problem kehidupan. Ironisnya, semangat keberagamaan masyarakat modern bertitik tolak pada pertimbangan matematis-pragmatis. Untung-rugi. Bila tidak lagi mampu memberi mamfaat secara materi, maka dengan mudah ‘agama’ dicampakkan begitu saja.

“Agama (Tuhan) tidak lebih hanya dijadikan sebagai pemuas atas kegelisahan yang menimpanya. Tidak salah kalau sekarang agama dikatakan berada di tengah bencana,” tegas mahasiswa jurusan Perbandingan Agama ini.

Rahmad lalu mencontohkan, ketika ditimpa musibah maka dengan reflek masyarakat ingat Tuhan. Keadilan Tuhan pun digugat. Di sisi lain, peran Tuhan kerap beradada dalam symbol ketidakberdayaan.

“Lagi-lagi Tuhan tetap berada di pojok kesalahan. Itulah salah satu alasan mengapa kami mengangkat tema itu,” tandas alumnus Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong Probolonggo ini.

Dia menambahkan, yang hendak dikritik bukan eksistensi Tuhan, melainkan nilai-nilai ketuhanan yang sudah mulai mengalami ‘pembusukan’ dalam diri masyarakat beragama. “Dengan tema ini, kami berharap mahasiswa baru bisa menerapkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian kata Rahmad.

Pernyataan gubernur senat di atas ditanggapi oleh Ketua Umum Pemuda Persatuan Islam (Persis), Tiar Anwar Bachtiar. Menurutnya Rahmad copy paste dari tulisan Nietzsche dalam Zarathustra.

“Nietzsche dengan alasan seperti itu membuat ungkapan yang sangat terkenal ‘God is Dead’ Jadi jelas ini promosi atheisme ala Nietzsche! Ini juga bentuk penghinaan kepada agama,” tegasnya kepada Islampos, Sabtu (30/8).*
Read more

Monday, August 18, 2014

9 Keanehan Gerakan ISIS - Bukti Mereka BUKAN Gerakan Islam

9 Keanehan Gerakan ISIS
Gerakan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam Irak dan Suriah, setidaknya memiliki 9 keanehan atau kejanggalan. Ke-9 keanehan ini kian MEMBUKTIKAN bahwa ISIS bukanlah gerakan Islam, juga bukan gerakan dakwah, melainkan BONEKA AMERIKA & ZIONIS, untuk merusak nama baik Islam dan kaum Muslim dunia.

Sepeti dilansir siaga.co, meski mengaku Muslim dan bertekad mendirikan negara bersyariat Islam, ISIS (Islamic State of Irak and Sham) tetap tak dapat menyembunyikan keganjilan dalam sikap dan gerakan jihad mereka yang pada akhirnya menimbulkan kecurigaan serta tanda tanya besar seluruh umat Muslim dunia.

ISIS dengan aktifitas gerakan dan sikapnya dari hari ke hari semakin mencurigakan yang dilakukan sangat mencolok dan terang-terangan. Dan ini yang juga semakin membedakan ISIS dengan kelompok jihad Islam manapun di seluruh dunia.

Berikut ini 9 keanehan ISIS :


1. Kekejaman luar biasa

Tak berbeda dengan Israel, ISIS pun telah melakukan serentet aksi kekejaman di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Suriah, Irak, Yaman, Libya, dan Afghanistan. ISIS bukan hanya membantai manusia dengan berondongan senapan mesin, roket, dan bom, tapi ISIS juga sampai hati menyembelih manusia dan memisahkan kepala dari tubuhnya hanya dengan menggunakan pisau tumpul.

ISIS juga akan tetap membunuh para korbannya meski mereka dalam kondisi lemah dan telah meratap minta ampun. Tak ada satupun kelompok Islam sejak jaman Nabi Muhammad yang melakukan kejahatan manusia begitu rupa sebagaimana ISIS melakukannya saat ini.


2. Cenderung membunuh Muslim

Dari track record aktifitasnya, ISIS seolah segaja diciptakan hanya untuk membunuhi kaum Muslim. Sedikitnya 15 ribu Muslim tewas dibantai ISIS tanpa ampun. ISIS dengan bangga memamerkan tangannya yang penuh lumuran darah para pembaca Syahadat.


3. Tidak membela Palestina

Sejak serangan pertama Israel atas Gaza 8 Juli 2014 lalu, hingga 1700 nyawa warga Palestina melayang sia-sia, ISIS terbukti memilih bersembunyi dari pada harus berperang melawan Israel.


4. Tidak menyerang negara sekutu

Gerakan dahsyat ISIS seketika cair ketika berhadapan dengan seluruh negara sekutu, yakni Amerika, Israel, Inggris, Perancis, dan Kanada. ISIS juga diketahui tidak menyerang fasilitas milik negara sekutu di negara-negara yang disusupinya.


5. Tidak diserang negara sekutu

Aksi teror dan kekejaman perang ISIS di sejumlah negara Muslim yang menewaskan puluhan ribu manusia tidak pernah mengetuk negara sekutu untuk menghukum ISIS ataupun menyeret ISIS ke mahkamah internasional.


6. Penolakan Amerika menumpas ISIS di Irak

Amerika dan Inggris dengan tegas menolak permintaan Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki, untuk membantu krisis negara 1001 malam itu dalam menghadapi kejahatan perang ISIS.


7. Sekutu angkat kaki dari Suriah

Saat terjadi pembunuhan massal yang dilakukan ISIS di Suriah, negara sekutu yang tengah berada di Suriah tiba-tiba memilih mundur teratur dalam konflik di negeri yang semula paling aman di dunia tersebut.


8. Merusak situs sejarah Islam

ISIS diketahui telah merusak masjid dan situs-situs sejarah penting Islam. Terakhir Makam Nabi Yunus dan Nabi Daniel pun tak luput dihancurkan ISIS.


9. Gerakan ISIS diluar ajaran Islam

Tak ada satupun ajaran Islam yang membenarkan praktek ajaran ISIS dan tak ada satupun gerakan Islam sejak 14 abad silam yang pernah melakukan seperti apa yang dilakukan ISIS. Pendirian negara Khilafah Islam (negara Islam) tidak dibenarkan di sebuah wilayah yang berpotensi menimbulkan polemik horizontal, apalagi dengan cara pembantaian yang teramat keji.

ISIS dengan aksinya telah sukses memecah konsentrasi dan kesolidan umat Islam di Timur Tengah. Hingga hari ini ISIS dengan kekejamannya masih terus leluasa melakukan pembunuhan demi pembunuhan mengerikan.

Keanehan ISIS membuat dunia yakin, bahwa ISIS bukanlah sebuah kelompok yang murni berasal dari ajaran dan akidah Islam. Karena ISIS merupakan Islam sempalan yang sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu dan untuk mengambil keuntungan tertentu. Sebuah kesamaan misi visi ISIS dengan Yahudi dan Komunis, yakni memusnahkan umat Islam dari muka bumi.

Wahai Kaum Muslim, ISIS BUKAN GERAKAN ISLAM!!! Terbukti, ISIS diblow-up media untuk MENGALIHKAN ISU GAZA DAN PILPRES 2014 !!! Metro TV pun SENANG dengan adanya isu ISIS untuk memojokkan citra Islam.*
Read more

Metro TV Tuding “Anggota ISIS Gemar Berkumpul di Masjid”

Metro TV Tuding “Anggota ISIS Gemar Berkumpul di Masjid”
NETIZEN, yakni user internet aktif, dan mereka yang kritis atas pemberitaan, sudah tidak asing dengan Metro TV yang anti-Islam. Setiap ada isu keislaman, Metro TV selalu memanfaatkannya untuk memojokkan citra Islam dan kaum Muslim.

Benar, pemilik Metro TV (Media Group) adalah Surya Paloh yang kabarnya beragama Islam. Namun, seringnya Metro TV tendensius memojokkan Islam dalam pemberitaannya, kian membuktikan Metro TV adalah media anti-Islam yang harus diboikot (tidak ditonton) oleh umat Islam.

Sudah berkali-kali Metro TV dalam pemberitaanya memojokkan umat Islam. Dulu, “Osis Sarang Teroris’, sekarang Metro TV tendensius dengan menurunkan berita “Anggota ISIS Gemar Berkumpul di Masjid”.

Jadi, orang-orang yang rajin ke Masjid itu harus dicurigai? Dibikin takut agar tidak sholat jamah ke Masjid?
Adalah Metro Tv menukil dari pernyataan Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang mengimbau masyarakat untuk memperketat penjagaan masjid di wilayah mereka. Soalnya, kuat dugaan masjid menjadi salah satu tempat berkumpulnya anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Tempat yang harus petama dijaga itu masjid. Saya minta kepada pengurus masjid kalau ada gejala baru yang ditampilkan jemaah harus segera ditindak,” kata Nasaruddin dalam Diskusi The Nusa Institute, ‘Warning ISIS: Antara Ideologi Agama vs Gerakan Politik Global’ di Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Nasarudding tak menampik masjid menjadi tempat ideal bagi kelompok Islam radikal untuk berkumpul. Juga berkegiatan. “Karena masjid itu tempat yang paling strategis, berada di tengah umat, dan gratis lagi,” terang Nasaruddin seperti dikutip siaga.co.

Warga harus pasang mata dan telinga bila ada jemaah baru di masjid. Apalagi mereka bekelompok. Nasaruddin mengatakan, warga berhak menindak kalau ternyata mereka berbuat menyimpang. “Karena masjid milik lingkungan sekitar,” terang Nasaruddin.

Ini Wakil Menteri Agama bukannya memberi kabar gembira bagi orang-orang yang rajin sholat jamaah ke masjid, malah menakut-nakuti. Atas pernyataan Wamenag Metro TV ibarat dapat durian runtuh untuk menjadikan sarana memojokkan umat Islam.*
Read more

Saturday, August 16, 2014

Mega-JK Sowan ke Bosnya di Amerika

Mega-JK Sowan ke Bosnya di Amerika
KETUA Umum DPP PDIP Megawati dan Jusuf Kalla berangkat ke Amerika dengan alasan yang berbeda. Megawati tidak disebutkan alasannya ke negeri Barack Obama itu. JK dikabarkan berobat. Namun, menurut aktivis demokrasi Sri Bintang Pamungkas, Mega dan JK ke Amerika untuk mendapatkan menerima titah dan wejangan dari tuannya di Washington DC. 

"Jadi bukan kebetulan kalau keduanya pergi ke Amerika Serikat," kata Sri Bintang Pamungkas dalam keterangannya kepada aktual.co, Rabu (13/8).

"Info intel ini masuk dari beberapa kawan, antara lain Dr. Fuad Bawazier yang connect ke USA. Sejarah penjualan aset negara oleh rezim Mega tahun 2003 mau diulang pada periode 2014-2019," ujar aktivis yang tenar di awal Orde Reformasi ini.
"Jadi, seandainya Jokowi-JK yang patut diduga boneka-boneka neolib dimenangkan oleh MK, hal itu akan segera terjadi," sambungnya.

"Itulah orang yang dipilih rakyat karena lugu, polos. Rakyatnya mudah dirayu sebagai wong cilik. Yang tambah gendut juragan politik, yang rusak negara," kata SBP, sapaannya kecewa.

Sebelumnya dikabarkan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDIP terbang ke AS pasca Pilpres 2014.

JK mengabarkan dirinya berada di AS Minggu 9 Agustus lalu untuk menemani Istri, anak dan cucu liburan di Minnesota, AS. Dalam sebuah foto, JK pun terlihat di rumah sakil Mayo Clinic, Illinois, Amerika Serikat. Dalam foto itu JK bersama dengan pengusaha Sofjan Wanandi.

Kunjungan JK ke Amerika ini berbarengan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri. Mega juga mengaku liburan bersama dengan keluarganya di negara pimpinan Barack Obama tersebut.

Seumber Aktual.co menyebutkan ada agenda politik tingkat tinggi yang dibahas di Amerika Serikat. Namun Hal itu dibantah oleh politisi PDI-P Pramono Anung."Nggak bener, nggak ada itu. Sama sekali nggak ada hubungannya dengan Pak Jokowi," kelitnya.*
Read more

Hindu Center Bali Anggap Jilbab dan Peci sebagai Kearab-Araban

Hindu Militan Anggap Jilbab dan Peci sebagai Kearab-Araban
President The Hindu Center of Indonesia (HCI) Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, menyampaikan protes keras terhadap sejumlah perusahaan yang mewajibkan karyawannya mengenakan jilbab (kerudung) dan peci selama bulan Ramadhan lalu.

Perusahaan itu antara lain Jasamarga Bali Tol, Hypermart Kuta, Hoka – Hoka Bento Denpasar, Smartfren Denpasar, dan Taman Nusa Gianyar.

Wedakarna  menganggap kebijakan memakaian pakaian Muslim yakni Jilbab, kerudung dan peci bagi pelaku indusri di Bali mencerminkan tidak adanya penghormatan terhadap citra Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. 

Apalagi dalam prakteknya, dilapangan banyak perusahaan yang mewajibkan karyawan beragama non-Muslim untuk memakai pakaian kearab–araban. 

”Saya ingin membela rakyat saya yang beragama Hindu, bahwa tidak baik memaksaan citra kearab–araban pada perusahaan di Bali. Semua investor harus mengakui, bahwa turis itu datang ke Bali adalah untuk melihat pura, melihat orang Hindu Bali berupacara dan kagum dengan Pulau Dewata," katanya. 

Dikemukakan, banyak perusahaan di Bali ini mendapatkan keuntungan karena budaya Hindu Bali, tapi ia prihatin sekali banyak perusahan industri di Bali yang tidak komit menciptakan rasa nyaman pada masyarakat Bali dan cenderung bermain – main pada isu SARA. 

"Dan saya minta kedepan harus tegas bahwa tidak boleh ada kebijakan yang mendegradasi budaya Hindu Bali baik didunia industri dan pariwisata di Bali,” ungkap Dr. Wedakarna di sela – sela bertemu dengan sejumlah relawan di Canggu.

Ia pun mengkritik umat Hindu yang berada diperusahaan – perusahaan yang mau begitu saja menerima kebijakan yang tidak sesuai dengan kata hati. 

”Saya harap,para pekerja Hindu agar tegas menolak dan berani memberi masukan yang benar pada atasannya jika dipaksa menggunakan pakaian agama lain. Kenapa masalah ini terus terjadi ? Karena mental pekerja Hindu kurang bisa beragumen dan cenderung cari selamat. Saya ingatkan, gerakan Syariah dan Misionaris ini akan masuk keranah kehidupan orang Bali jika orang Hindu yang lalai. Maka dari itu, kedepan harus ada revolusi mental terhadap anak – anak kita yang bekerja diperusahaan- perusahaan dan kita akan amati terus,” ungkap Dr. Wedakarna. 

Dalam sebuah press confrence di Denpasar awal Agustus lalu, The Hindu Center of Indonesia menyampaikan bahwa ada sejumlah perusahaan yang telah meminta maaf dan mencabut kebijakan pakaian Muslim untuk pekerjanya yakni Jasa Marga Bali Tol, Hypermart Kuta, Hoka – Hoka Bento Denpasar, Smartfren Denpasar dan Taman Nusa Gianyar. 

”Saya apresiasi pada perusahaan yang sudah meminta maaf. Tahun depan kita akan lebih awasi secara besar – besaran terhadap perusahaan di Bali yang mencoba untuk memaksakan karyawan Hindu memakai pakaian agama lain," katanya seperti beritakan laman vedakarna. 

"Saya akan libatkan desa pekraman untuk mengawasi. Tentu saya membutuhkan laporan dari umat Hindu sebagai mayoritas di Bali. Jika perlu kita boikot perusahaan – perusahaan yang tidak komit terhadap citra pulau Dewata. Kita belajar dari kejadian tahun ini,” ungkap Dr. Wedakarna yang juga Anggota DPD RI Terpilih dengan suara terbanyak di Bali.*


Read more

Thursday, August 14, 2014

Pejabat Belanda: ISIS adalah konspirasi Zionis jelekkan Islam

Yasmina Haifi
Seorang pegawai senior di Kementerian Kehakiman Belanda Yasmina Haifi kemarin mengatakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) adalah ciptaan Zionis yang bertujuan menjelekkan nama Islam.

"ISIS tidak ada hubungannya dengan Islam. Itu adalah bagian dari rencana Zionis yang sengaja ingin menjelekkan nama Islam," kata dia dalam akun Twitternya, seperti dilansir surat kabar the Times of Israel, Kamis (14/8).

Haifi menyebut dirinya sebagai pegiat dari Partai Buruh di Belanda. Komentar Haifi di Twitter itu kemudian dia sadari bisa mempengaruhi posisinya.

Haifi kemudian menghapus komentar itu dengan penjelasan,"Saya menyadari hal itu sangat sensitif dari segi politik dalam kaitan dengan pekerjaan saya. Itu bukan tujuan saya."

Dua anggota parlemen sayap kanan Belanda, Joram van Klaveren dan Louis Bontes, mempertanyakan Kementerian Kehakiman yang memiliki pegawai dengan pandangan politik seperti itu.

Sejumlah unjuk rasa mendukung ISIS terjadi di Kota Hague bulan lalu dan awal bulan ini. Di negara-negara Barat ISIS dianggap organisasi teroris. Dalam demo itu mereka menganjurkan kekerasan bahkan ingin membunuh Yahudi.

Beberapa pendemo melempari polisi dengan batu. Polisi kemudian menangkap enam orang di antara mereka.

Pernyataan ISIS adalah konspirasi Zionis menjelekkan Islam bukan hal baru sejak kemunculan ISIS dengan segala kontroversinya. Diamnya ISIS atas serangan Israel terhadap Gaza, Palestina, membuat dugaan kiat kuat bahwa ISIS bukanlah kelompok Islam, melainkan BONEKA yang diciptakan Amerika, Inggris, dan Israel untuk mengalihkan isu Gaza.

Untuk dalam negeri Indonesia, ISIS sengaja diblow up media guna mengalihkan isu Gaza dan Sengketa Hasil Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang di MK kian jelas menunjukkan fakta banyak kecurangan yang menguntungkan pasangan Jokowi-JK.*
Read more

Tuesday, August 12, 2014

Hindu Center Larang Jilbab di Hypermat Mall Bali Galeria

WARGA Hindu Bali, terus berulah menekan Islam dan Kaum Muslim di sana. Setelah kasus-kasus pelarangan jilbab di sekolah, kini mereka menolak Bank Syariah ada di Bali.

Bukan hanya itu, mereka juga melarang karyawan Hypermat Mall Bali Galeria menggunakan Jilbab dan Peci. Manajemen Hypermart pun melarang karyawatinya yang Muslim mengenakan jilbab saat bekerja.

Ini buktinya:
karyawan Hypermat Mall Bali Galeria menggunakan Jilbab

Kasus The Hindu Center yang melarang karyawan di Hypermat Mall Bali Galeria menggunakan jilbab dan peci itu diangkat akun twitter @dakwah_kampus. 

"Umat Hindu Bali melarang pakaian "muslim" bg umat Islam di Bali. INTOLERAN! Baca pencetusnya: https://www.facebook.com/arya.wedakarna?fref=photo … 

Beragam komentar yang muncul. Mulai dari yang SANTUN begini:

dicoba dulu kita ingatkan dengan bahasa yang santun. Insya Allah bisa :)

Hingga yang MARAH begini:
Giliran muslim harus dituntut toleransi. Sedang mereka! Saya mendukung kalau 'mereka' dulu pernah dibom!
Warga Hindu Bali juga MENOLAK adanya Bank Syariah. Padahal,  konsep syariah sebenarnya sama dengan konsep di Bali yakni “ngadas” atau bagi hasil pemeliharaan sapi. 

Dilansir muslimdaily.net, sekitar 200-an mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Hindu Muda Bali (AHMB) Kamis lalu (7/8) melakukan aksi demo menghentikan pendirian bank syariah di Bali. Aksi demo digelar di depan kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali di Denpasar.

Dilansir muslimdaily.net, aksi ratusan kaum muda Hindu Bali di Jl. Cok Agung Tresna dihiasi spanduk-spanduk “Stop Pendirian Bank Syariah Di Pulau Seribu Pura”, “Umat Hindu Dukung Ekonomi Pancasila-LPD, Koperasi, BPR”.

Ketua Aliansi Hindu Muda Bali yang menjadi korlap aksi demo, Ni Putu Noviyanti dalam orasinya mengatakan masyarakat Bali hanya mendukung ekonomi nasional yang berasaskan Pancasila.

“Masyarakat Hindu mendukung ekonomi Pancasila, kami dukung LPD, koperasi dan BPR,” teriak Putu Noviyanti, seperti dikutip dari Inspirasi Bangsa.

Hindu Center Larang Jilbab di Hypermat Mall Bali Galeria


Read more

Saturday, May 31, 2014

Timses Jokowi-JK Lakukan Aksi Intelijen terhadap Masjid-Masjid

Timses Jokowi-JK Lakukan Aksi Intelijen terhadap Masjid-Masjid
PDI Perjuangan menjalankan aksi intelijen terhadap masjid-masjid. Tim Sukses (Timses) Jokowi-JK mengakui, mereka mengawasi setiap khotbah yang ada di masjid-masjid.

Anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mengatakan, kader PDIP yang bergama Islam diminta untuk melakukan aksi intelijen terhadap masjid-masjid.

Pihaknya melakukan pengawasan terhadap masjid-masjid, karena dikhawatirkan menjadi tempat terjadinya kampanye hitam.

Eva mengatakan, salah satu yang sudah menginstruksikan itu adalah PDC PDIP Jakarta Timur. "Karena memang serangan kepada Jokowi-JK di masjid-masjid sangat intensif," kata Eva seperti dikutip inilah.com (31/5).

MUI Mengecam
Pengawasan yang dilakukan oleh kader PDIP terhadap khatib di masjid menuai kecaman.

Salah satunya adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan yang menegaskan pengawasan itu sangat melukai perasaan umat Islam. "Sejak kapan mereka menjadi polisi agama?" ujar Amidhan di Jakarta.

Amidhan kembali mempertanyakan kenapa hanya masjid yang diawasi. Tempat ibadah lainnya tidak. Tidak adil jika umat Islam mendapat perlakuan seperti itu.

Ia menegaskan, hal biasa kalau bicara politik di masjid. Yang tidak boleh adalah kampanye mengajak salah satu pasangan capres dan cawapres.

"Mengapa pengawasan hanya dilakukan di masjid, sedangkan gereja, pura, vihara dan lainnya tidak," imbuhnya.*
Read more

Tuesday, April 15, 2014

Jalaluddin Rakhmat Terduga Pemalsu Gelar Akademik

Jalaluddin Rakhmat Terduga Pemalsu Gelar Akademik
Ke penyidik, Kang Jalal mengaku belum jadi doktor apalagi Guru Besar (Profesor).

Ketua Dewan Syuro Ikatan Jemaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI), KH Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal bisa dipidana akibat penggunaan gelar palsu. Bahkan, Kang Jalal yang kini jadi politisi PDIP ini telah dilaporkan ke Polrestabes Makasar terkait "kejahatan" akademik tersebut.

Seperti diberitakan FAJAR, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) perwakilan Indonesia Timur, M Said Abd Shamad, menuturkan, Kang Jalal telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar sejak 27 September 2012, dengan nomor laporan polisi LP/2194/XI/2012.

Sejak tahun lalu telah ada surat perintah penyidikan dengan nomor SP.Sidik/494.A/XI/2013/Reskrim.

Pelaporan tersebut terkait penggunaan gelar guru besar dan gelar doktor oleh Kang Jalal yang oleh Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dianggap tidak pernah ada.

Hal itu sesuai dengan surat klarifikasi resmi Unpad tertanggal 23 April 2013, dengan nomor 9586/UN6.RKT/KU/2012. Demikian pula klarifikasi dari Dikti tertanggal 14 Juni 2012 dengan nomor 1061/E3.2/2012.

Keterangan terlapor (Kang Jalal) kepada penyidik AKP Badollah dan Brigpol Suhardi, sebagaimana tertulis dalam dokumen gelar perkara, Kang Jalal mengakui bahwa saat menjadi dosen di Unpad belum pernah mendapatkan gelar guru besar.

Kang Jalal juga menerangkan pengeluaran anggaran/dana PPs UIN Alauddin yang ditandatanganinya bertuliskan Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, itu datangnya dari pihak ketiga, meski ia menandatanginya.

"Permintaan kami kepada UIN Alauddin agar meninjau kembali kelayakan JR mendapatkan doktor ilmu agama Islam di UIN Alauddin Makassar. Yang bersangkutan telah menggunakan gelar dan ijazah palsu sekian," ujar Ustaz Said Shamad, saat dikonfirmasi Senin 14 April 2014.

Kang Jalal dinilai tidak memenuhi persyaratan akademik yang baku. Ijazah magisternya juga tidak pernah disetarakan. Dan tidak pernah dibuktikan keberadaaannya. Makanya, Kang Jalal hanya menggunakan ijazah sarjana (S1) saat mendaftar di UIN Alauddin sebagai persyaratan S3. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam statuta UIN.

Lebih lanjut, Said Shamad menerima kopian ijazah S3 milik Jalaluddin Rakhmat dari penyidik. Di situ tertulis Kang Jalal memperoleh gelar Doctor of Philosophy di Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (IPWI) di Dili. Tapi, Dirjen Dikti melalui surat resminya menegaskan tidak pernah memberikan izin penyelenggaraan pendidikan S3 Distance Learning di IPWI Dili.

"Harapan kami kepada kepolisian kiranya JR (Jalaluddin Rakhmat) segera dijadikan tersangka berdasarkan data-data yang sudah cukup meyakinkan," ujar wakil ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Makassar ini.

Untuk diketahui, dalam statuta UIN Alauddin, bagian kelima kode etik pasal 161 ayat 2, ditegaskan bahwa setiap warga kampus wajib menjaga kredibilitas dan kejujuran; tidak melakukan hal-hal seperti memperoleh ijazah dari lembaga pendidikan yang tidak terpercaya; melakukan plagiat karya ilmiah; menggunakan ijazah, gelar akademik atau sebutan lulusan yang asli tetapi palsu (aspal) dan/atau berbagai tindakan ketidakjujuran lainnya.

Demikian halnya pada bagian keenam statuta tersebut. Pada pasal 162 ayat 1, ditegaskan bahwa civitas academica universitas dan/atau warga kampus yang melakukan pelanggaran kode etik dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Jalaluddin Rakhmat kini menjadi politisi PDIP dan kemungkinan besar lolos menjadi anggota DPR RI. Jalaluddin Rakmat yang dikenal sebagai tokoh utama Syi'ah di Indonesia ini disebut-sebut bakal menjadi Menteri Agama jika Jokowi menjadi Presiden.*
Read more