Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Tuesday, March 31, 2015

#KembalikanMediaIslam Jadi Trending Topic Dunia

#TrenSosial: Pemblokiran 19 situs media Islam tuai kritik tajam
KEMENTRIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir 19 situs yang dianggap sebagai penggerak paham radikalisme.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismail Cawidu, Senin (30/3/2015), menjelaskan pemblokiran tersebut atas permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan terorisme (BNPT).

Hanya beberapa saat setelah situs-situs, semuanya berjumlah 22, dinyatakan diblokir dan tidak bisa diakses oleh sebagian netizens, beredar tagar KembalikanMediaIslam di media sosial.

Dalam waktu sekejap saja, tagar ini langsung menjadi trending topic di seluruh dunia. Bahkan dari pantauan Islampos pada Selasa pagi (31/3/2015) pukul 5.40 WIB, tagar ini masih menjadi trending topic no 1 di Twitter.

Islamic Sites Ban Sparks Indonesians Uproar

CAIRO – A ban imposed by Ministry of Communications and Information Technology on 19 Islamic websites in Indonesia has sparked uproar in the world’s most populous Muslim state, and this has led to a campaign on social media calling for a quick reversal of the decision.

“I am a Muslim and I am not a terrorist.. Save Indonesian Islamic site, please get it back. #KembalikanMediaIslam,” a Twitter user, AL-HAKIM, posted on Monday, March 30.

“We urge @kemkominfo to bring back our Islamic media. Not all media you blocked are support ISIS. #kembalikanmediaislam,” another user, Doa, Nasihat, Taubat, added referring to Kementerian Kominfo, or the Ministry of Communication and Information Technology Republic Indonesia.

“Islam is a religion, and Islam not learning to be a terrorist #KembalikanMediaIslam,” Adetya Rez said.

Twitter users decried a decision by the Ministry of Communications and Information Technology to block 19 websites on Monday.

The ban, imposed by Internet Service Providers (ISPs), was protested after targeting Islamic media across the country.

The decision drew criticism from the country's non-Muslims as well.

I'm not a Muslim, but some of the best people I know in life are - and they definitely are not terrorists #KembalikanMediaIslam,” Devita Gunawan  said on Twitter.

Others rejected any link between Islam and terrorism.

“I am a Muslim and I am not a terrorist.. Save Indonesian Islamic site, please get it back. #KembalikanMediaIslam,” Ahmad Hidayatullah said.

“I'm Muslim and I'm Pround [sic] of it but, I'm not a terrorist. Save media Islam #KembalikanMediaIslam,” Mulki ‏ added.

Indonesia is the world's most populous Muslim state with Muslims making up around 85 percent of its 237-million population.

Christians, both Protestants and Catholics, make up nearly 12 percent of the country’s population. (http://www.onislam.net/english/news/asia-pacific/484345-islamic-sites-ban-sparks-indonesians-uproar.html)
Read more

Netizen: #KembalikanMediaIslam

#KembalikanMediaIslam
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah protes ditunjukkan banyak netizen di media sosial Twitter mengenai usulan pemblokiran 19 situs Islam oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo). Protes tersebut ditunjukkan dengan tanda pagar (tagar) #KembalikanMedia Islam.

 “Hari ini Media Islam mulai dibredel. Dakwatuna, Hidayatullah dan media islam lainnya menjadi korban. #KembalikanMediaIslam,” tulis akun @waluyoalfadhil.

Sedangkan akun @FajarDesta_ mempertanyakan mengapa Kemkominfo lebih memilih untuk memblokir situs Islam dibandingkan dengan situs-situs perusak moral yang masih bisa diakses di Indonesia.

“Media Islam diblokir oleh @kemkominfo sedangkan media perusak Moral dibiarkan saja dengan alasan Hak Media! #KembalikanMediaIslam,” ujar akun tersebut.

Sebelumnya, BNPT menuduh 22 situs Islam sebagai situs yang menyebarkan paham atau simpatisan radikalisme yang berkaitan dengan Islamic State Iraq Suriah (ISIS). BNPT mengajukan pemblokiran kepada Kemkominfo surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 Tentang Situs/Website Radikal.

 Berikut ini 22 situs yang diblokir Kemekominfo:
1.   arrahmah.com
2.   voa-islam.com
3.   ghur4ba.blogspot.com
4.   panjimas.com
5.   thoriquna.com
6.   dakwatuna.com
7.   kafilahmujahid.com
8.   an-najah.net
9.   muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzammedia.com
22. indonesiasupportislamicstate.blogspot.com
Read more

Chirpstory #KembalikanMediaIslam

#KembalikanMediaIslam
5. Bagi rekan yg tak setuju media Islam diblokir, silahkan kirim pengaduan ke baht002@kominfo.go.id #KembalikanMediaIslam

4. Fakta berbalik. Situs porno tak terdengar diberangus. malah media Islam dihancurkan. KENAPA ? tanya @kemkominfo #KembalikanMediaIslam

3. Pemerintah sengaja mempersempit langkah dakwah Islam. sehingga semua diberangus. diblokir aksesnya. #KembalikanMediaIslam

2. Padahal media online itu bersikap netral, bahkan anti ISIS. tapi pemerintah memberangus semua. #KembalikanMediaIslam

1. Hari ini Media Islam mulai dibredel. @Dakwatuna, Hidayatullah dan media islam lainnya menjadi korban. #KembalikanMediaIslam

http://chirpstory.com/li/258879
Read more

Situs Islam Diblokir, Hashtag #KembalikanMediaIslam Jadi Trending Topic

Situs Islam Diblokir, Hashtag #KembalikanMediaIslam Jadi Trending Topic.

#KembalikanMediaIslam
 RANCAH POST – Dunia maya tengah hangat membahas tentang situs dan blog Islam yang baru-baru ini resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui surat edaran nomor 149/K.BNPT/3/2015 dimana memerintahkan untuk blokir 19 situs dan blog Islam yang dianggap berbahaya.

Pemblokiran situs dan blog Islam tersebut dilakukan atas permintaan dari pihak BNPT, dimana kemudian ditindak lanjuti oleh Kemenkominfo kepada para penyelenggara (ISP) Internet Service Provider di Indonesia, dan disebutkan pula bahwa ke 19 situs dan blog Islam tersebut dianggap sebagai “penggerak paham radikalisme dan atau sebagai simpatisan radikalisme”.

Pemblokiran situs dan blog Islam di Indonesia itu sudah sesuai dengan surat No.149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/web radikal.

19 situs dan blog Islam yang diblokir Kemenkominfo

1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com

Kabar mengenai diblokirnya situs dan blog Islam ini sontak membuat para netizen bereaksi keras dan mengungkapkan komentar-komentarnya, Facebook dan Twitter kini tengah ramai dengan status dan topik seputar media Islam ini.

Situs Islam Diblokir, Hashtag #KembalikanMediaIslam Jadi Trending Topic
Read more

Lasdipo.com, Salah Satu Situs yang Dinilai Radikal

Lasdipo.com, Salah Satu Situs yang Dinilai Radikal

ladispo situs islam
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu situs yang masuk daftar blokir Direktorat Jenderal (Ditjen) Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) adalah lasdipo.com.

Rencana pemblokiran tersebut dilakukan Kemenkominfo atas permintaan BNPT lantaran situs itu berkaitan dengan pendukung Islamic State Iraq Suriah (ISIS).

Dalam situs Lasdipo di bagian paling atas sebelah kanan ada tulisan "Matang dalam Rencana Jeli dalam Bertindak".

Di dalam situs tersebut juga ada semacam running teks yang kalimatnya bernuansa membakar semangat, salah satunya adalah "SAATNYA RAPATKAN BARISAN...!!!".

Ada juga kalimat-kalimat yang menyerukan kewaspadaan terhadap salah satu golongan keagamaan.

Secara umum, di dalam situs tersebut berisikan tulisan-tulisan yang menunjukkan ketidak puasan terhadap kondisi yang terjadi saat ini di antaranya, "Wasekjen MUI: Bubarkan Saja Densus 88 yang Sudah di Luar Batas Prikemanusiaan," ada lagi "Tomy Soeharto: PKI-lah yang Mengatur Negeri Ini!," dan masih banyak lagi yang lainya.

Rencana pemblokiran situs yang diduga mengajarkan Islam radikal itu menuai protes dari berbagai macam kalangan. Salah satunya Dosen Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Hamdan Daulay yangmenilai rencana pemerintah memblokir beberapa situs media Islam merupakan langkah mundur kebebasan berekspresi.

Pemerintah sudah melanggar kebebasan berekspresi yang padahal sudah diatur dalam undang-undang. Hingga kini, beberapa situs masih bisa diakses, meski kadang waktu situsnya sudah dalam status diblokir.*
Read more

Netizen: Situs Islam Diblokir, Situs PKI Dibiarkan

Netizen: Situs Islam Diblokir, Situs PKI Dibiarkan!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemblokiran 19 media Islam menuai reaksi negatif para netizen. Mereka mempertanyakan langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang menindaklanjuti permintaan Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT).

Akun milik Arridho Sudjiman mempertanyakan pemblokiran situs Islam tersebut. Pasalnya, situs tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dikelola warga Indonesia, malah tidak diusik. Dia pun mengunggah foto sebuah situs yang membahas tentang komunis dan PKI.

"Situs dkwah diblokir, situs PKI yg nyata2 dilarang UU malah bebas. Negeri yg aneh! #KembalikanMediaIslam," katanya melalui @DenMacho.

Alfa Saputra™ juga mempertanyakan kinerja Kemenkominfo yang bertindak sangat aneh. "Wow 19 situs islam diblok ya? Padahal ga semuanua berisi negatif, yg PKI didiemin aja. @kemkominfo kok jadi aneh gini? #KembalikanSitusIslam," katanya melalui ‏@alfasaputra.

Pepey melalui akun ‏@ferdianprasetya mengingatkan Menkominfo Rudiantara untuk bertindak bijak. Pasalnya, situs Islam diblokir, sementara situs yang berisi tentang PKI dibiarkan saja.

"Ini yg di blok @rudiantara_id Situs PKI malah bebas. @kemkominfo."
Read more

Pemerintahan Jokowi Dianggap Otoriter Asal Blokir Portal Islam

Pemerintahan Jokowi Dianggap Otoriter Asal Blokir Portal Islam
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo dianggap otoriter setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika sepihak memblokir portal dakwah Islam yang diduga menyebarkan paham kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Sayangnya, Kemenkominfo tak mengajak komunikasi lebih dulu pemilik dan pemimpin redaksi portal dakwah Islam. Sehingga mereka memprotes keras dan meminta klarifikasi langsung ke Kemenkominfo karena belum diajak bicara sama sekali.

"Kami malah tahunya setelah ramai-ramai muncul pemberitaan di media sosial. Kami kecewa sikap pemerintah," kata Mahladi selaku juru bicara portal dakwah Islam kepada wartawan di Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (31/3/2015).‎

Seharusnya, kata Mahladi, pemerintah mengajak pihaknya duduk bersama, serta menjelaskan detail isi tuduhan atau kecurigaan pada situs miliknya. Bukan justru memblokir sewenang-wenangan.‎

"Kami belum pernah diajak bicara dengan pemerintah. Kalau kami dianggap salah dalam pemberitaan, sebelah mana salahnya? Kalau berita kami dianggap berbahaya, di mana letak bahayanya?" Tanya Mahladi.

Mahladi mengatakan sejumlah pemilik media Islam berang karena publikasi mereka selama ini dituding telah mengajak orang untuk bergabung dengan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Kalau kami dianggap mengajak paham ISIS, di mana berita kami seperti itu? Ini ada peringatan atau bukti tiba-tiba sudah diblokir," tegasnya.

Pemblokiran sejumlah media online Islam dikabarkan atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait penyebaran paham ISIS. Namun pihak Kemenkominfo belum menjelaskan alasan pemblokiran tersebut.

Menurut pantauan sejumlah beberpa pemilik dan pengelola portal Islam yang hadir di sana di antaranya Hidayatullah.com, aqlislamiccenter.com, salamonline.com, arrahmah.com dan kiblat.com.
Sementara situs yang diblokir di antaranya arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, dan daulahislam.com.*
Read more

DDII: Setop Sakiti Hati Umat Islam!

Stop sakiti hati umat dengan isu radikalisme!
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menilai pemerintah kembali menyakiti hati umat Islam. Ini terkait dengan ide untuk melakukan pemblokiran pada sejumlah situs Islam di Indonesia.

Ketua DDII, Ustaz Syuhada Bahri menyatakan, kebijakan ini kental dengan spirit anti Islam-nya. Dia berpendapat kalau isu ISIS hanya dijadikan kedok saja. “Jadi biar ada legitimasi untuk menutup situs Islam," kata dia, Selasa (31/3).

Syuhada menyatakan, tidak logis jika tiba-tiba orang menjadi radikal setelah membaca situs Islam. Dia menyebutkan isi situs tersebut tak ada yang mengajarkan untuk berbuat radikal. Malah, kata dia, isi situs yang ada justru ikut mengecam ISIS. “Stop lah sakiti hati umat dengan isu radikalisme,” ujarnya.

Dia menambahkan, harusnya pemerintah segera mengubah sikapnya pada umat Islam. Ini terkait peran umat Islam saat berjuang mendirikan negara ini. “Kesannya umat Islam ini selalu dilihat sebagai ancaman,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) mengakui telah memblokir sebagian dari 19 website target sejak Ahad (29/3), kemarin.
Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu, ke-19 website itu dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai website yang menyebarkan paham atau simpatisan radikalisme.*
Read more