Showing posts with label Kajian. Show all posts
Showing posts with label Kajian. Show all posts

Saturday, July 30, 2016

Konspirasi Kaum Kafir terhadap Umat Islam Terus Berlangsung

Konspirasi Kaum Kafir terhadap Umat Islam Terus Berlangsung. Tafsir QS. Al-Anfal:30.

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

"Ingatlah ketika orang-orang kafir membuat konspirasi terhadapmu untuk menangkap, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat konspirasi dan Allah menggagalkan konspirasi mereka. Allah adalah sebaik-baik Pembuat konspirasi" (QS Al-Anfal [8]: 30).

Konspirasi Kaum Kafir terhadap Umat Islam Terus Berlangsung
AL-QURAN Surat al-Anfal ayat 30 ini diturunkan di Madinah atau merupakan surat Madaniyah, tetapi isinya menceritakan peristiwa ketika Rasulullah saw. masih di Makkah. 

Allah Swt. menyatakan: Wa idz yamkuru bika al-ladzîna kafarû (Ingatlah, ketika orang-orang kafir membuat konspirasi terhadapmu [Muhammad]) dengan huruf zharfiyyah (keterangan waktu)Idz, yang artinya ketika. 

Digunakannya huruf zharfiyyah ini juga berfungsili at-tadzkîr (untuk menyegarkan memori orang yang diseru). Maknatadzkîr ini juga dapat dipahami dari fakta, bahwa ayat ini diturunkan pasca hijrah, sementara isinya mengenai peristiwa sebelum hijrah. 

Di samping itu, makna tadzkîr ini merupakan konsekuensi dari huruf waw al-‘athfiyyah, yang berfungsi mengaitkan frasa Wa idz yamkuru dengan frasa Wadzkurû idz antum qalîl[un] (Ingatlah, ketika kalian masih berjumlah sedikit) dalam ayat sebelumnya, surat al-Anfal ayat 26:
"Ingatlah (hai para Muhajirin) ketika kalian masih berjumlah sedikit lagi tertindas di muka bumi (Makkah). Kalian takut orang-orang (Makkah) akan menculik diri kalian. Lalu Allah memberi kalian tempat menetap (Madinah), menjadikan kalian kuat dengan pertolongan-Nya, dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik agar kalian bersyukur" (QS al-Anfal [8]: 26).

Dengan demikian, frasa Wadzkurû (Ingatlah) telah dibuang dari frasa Wa idz yamkuru di atas. Jika dinyatakan secara lengkap, susunannya adalah:Wadzkurû idz yamkuru. 

Dalam hal ini, Allah mengingatkan Rasul dan umatnya dengan menggunakan fi‘l al-mudhâri‘ yamkuru, yang berkonotasi kekinian dan futuristik agar realitas konspirasi tersebut tidak hanya diingat oleh umat Islam sebagai peristiwa masa lalu, tetapi harus diingat pula sebagai realitas kekinian dan futuristik.[1] 

Ini berbeda dengan konspirasi Bani Israel terhadap Nabi ‘Isa a.s. dalam surat Ali ‘Imra ayat 54, yakni ketika Allah menyatakan dengan menggunakan fi‘l al-mâdhî, yang berkonotasi masa lalu, yaitu: Wamakarû wa makara Allâh (Mereka telah membuat konspirasi dan Allah pasti menggagalkan konspirasi [mereka]). 

Meskipun demikian, ayat di atas tetap merupakan informasi politik (ma‘lûmât siyâsiyyah) yang berharga bagi Rasul mengenai Bani Israel, Yahudi. Ini artinya, bahwa konspirasi orang kafir terhadap Islam dan umatnya tidak berhenti pada waktu itu, tetapi berlangsung terus-menerus; dulu, kini, dan yang akan datang. 

Menurut as-Suyûthi, berdasarkan keterangan dari Sufyân bin ‘Uyaynah, semua kata makara-yamkuru-makr[an] dalam al-Quran berkonotasi tindakan atau aksi.[2] 

Kata al-makr, menurut Ibn Manzhûr, adalah ihtiyâl fî khufyah (tipudaya secara rahasia atau terselubung). Makna asal kata ini adalah al-khidâ‘ (manipulasi atau penipuan).[3] Karena itu, makara-yamkuru-makr[an] bisa diartikan konspirasi.

Al-Farrâ’, mufassir pertama yang membukukan tafsirnya, dalam kitabnya,Ma‘âni al-Qur‘ân, menuturkan konspirasi tersebut sebagai berikut:

Sejumlah orang Quraisy telah berkumpul, kemudian mereka menyatakan, “Bagaimana pendapatmu mengenai Muhammad?” Iblis kemudian nimbrung bersama mereka dengan menjelma menjadi orang tua dari Najd. 

‘Amr bin Hisyâm (Abû Jahal) berkata, “Saya berpendapat, sebaiknya kamu memenjarakannya di sebuah rumah; kamu sekap di sana, kamu buka sedikit lubang untuknya; lalu kamu persempit sedikit demi sedikit hingga dia mati.” Iblis tidak setuju. Dia berkomentar, “Pendapat yang paling buruk adalah pendapat kamu.” Abu al-Bakhtari bin Hisyâm berkata, “Saya berpendapat, dia seharusnya dibawa di atas unta, kemudian dijatuhkan hingga binasa, atau biar sebagian orang Arab memotong-motongnya untukmu.” 

Iblis itu berkomentar lagi, “Pendapat yang buruk. Bagaimana kalau kamu mengirim seorang laki-laki dari kalangan kamu?” Abû Jahal berkata, “Saya pikir, kita bisa membawa seorang laki-laki ke sana dari tiap-tiap etnik Quraisy sehingga kita bisa membunuhnya dengan pedang kita.” Iblis itu berkata, “Pendapat yang tepat adalah pendapat pemuda ini.”

Jibril lalu menyampaikan informasi tersebut kepada Nabi saw. Beliau kemudian meningalkan Makkah bersama Abû Bakar. Karena itu, firman Allah yang menyatakan: Liyutsbitûka dalam ayat tersebut artinya adalahmenangkap dan memenjarakan kamu di rumah (penjara).[4] 

Sedangkan maksud aw yukhrijûka adalah mengusir kamu, atau dalam konteks sekarang, mencabut kewarganegaraan kamu, dan aw yaqtulûkamaksudnya adalah membunuh kamu. 

Ketiga bentuk makar—penangkapan, pengusiran, dan pencabutan kewarganegaraan, atau pembantaian—tersebut semuanya juga dinyatakan dengan menggunakan fi‘l al-mudhâri‘, yang berarti bahwa gaya-gaya konspirasi konvensional dan tradisional alias Jahiliyah itu tetap digunakan oleh orang-orang kafir, sekalipun mereka mengaku berperadaban modern, maju, dan kosmopolit. 

Sekali lagi, Allah mengingatkan konspirasi mereka dengan mengulang kata yang sama, wa yamkurûna. Ini untuk menguatkan impresi orang yang diseru (al-mukhâthab) terhadap adanya ancaman laten tersebut.

Allah kemudian menyatakan: Wa yamkuru Allâh, wa Allâhu khayr al-mâkirîn(Allah akan menggagalkan konspirasi [mereka]. Allah adalah Zat yang Mahabijak dalam menggagalkan konspirasi [mereka]). 

Ketika Allah membalas konspirasi orang kafir, Allah menggunakan kata yang sama,yamkuru, tetapi dengan maksud yang berbeda. Bentuk penjelasan seperti ini disebut dengan bayân al-musyâkalah. Karena itu, “makar” Allah konotasinya berbeda dengan “makar” orang Kafir. 

Jika makar orang kafir adalah merekayasa kejahatan atau kezaliman untuk menghancurkan pihak lain yang menjadi targetnya, maka makar Allah berarti menggagalkan rekayasa dan konspirasi yang mereka rancang.[5]

Pertanyaannya, apa maksud Allah menyatakan semuanya ini? Bukankah peristiwa itu sudah berlalu? Dengan kaidah munâsabât bayna al-ayah wa ukhrâ (hubungan ayat satu dengan yang lain), dapat dijelaskan bahwa tujuan Allah mengingatkan orang-orang Mukmin terhadap semuanya ini adalah agar mereka: 
  • Tidak berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan amanah mereka dengan sengaja (QS 8: 27); tidak tergoda oleh harta dan anak sehingga melupakan Allah (QS 8: 28); 
  • Agar mereka bertakwa jika mereka ingin mendapatkan furqân (jalan keluar di dunia dan akhirat; jalan keluar dalam urusan agama dari syubhât; jalan keselamatan, penjelasan),[6] ditebusnya seluruh keburukan, dan diampuninya dosa-dosa mereka (QS 8: 29). Sebab, dengan semua itu, mereka telah mendapatkan kemenangan dalam Perang Badar, ketika jumlah mereka masih sedikit (QS 8: 26), dan lolos dari konspirasi orang-orang kafir (QS 8: 30) pada waktu itu. 
Dengan demikian, ketika konspirasi orang-orang kafir terhadap Islam dan umatnya ini berlangsung terus (dulu, kini, dan yang akan datang)—sementara mereka merupakan musuh laten Islam dan umatnya, tentu jika umat Islam berpegang teguh pada apa yang telah dinyatakan di atas, akan menjadi solusi mendasar bagi mereka. Dalam konteks ini, Allah berfirman:

"Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami mengambil (kesenangan) mereka dengan sekonyong-konyong hingga mereka terdiam berputus asa." (QS al-An‘am [6]: 44).

Dengan melupakan peringatan Allah, umat Islam akan mudah dikalahkan dan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka melalui makar dan konspirasi jahat mereka. Inilah secara umum tafsir surat al-Anfal ayat 30 di atas.

Wacana Tafsir: Konspirasi yang Tak Berujung
Ayat di atas secara umum mengingatkan Rasul dan umat Islam—yang menjadi obyek seruan (al-mukhâthab) ini—agar mereka selalu mewaspadai konspirasi yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap mereka. Sebab, konspirasi mereka terhadap Islam ini tidak mengenal batas waktu—baik dulu, kini maupun yang akan datang—sampai tujuan dan target mereka tercapai. Ini juga bisa dipahami dari firman Allah yang lain:

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup" (QS al-Baqarah [2]: 217).

Ayat ini juga diturunkan pasca Rasulullah saw. hijrah ke Madinah atau merupakan ayat Madaniyah, yakni setelah Rasulullah saw. lolos dari konspirasi orang-orang Musyrik Makkah. 

Namun, ayat ini mengingatkan, bahwa konspirasi itu belum akan berakhir sampai tujuan dan target mereka tercapai; mengembalikan mereka pada agama Jahiliyah.Inistathâ‘û (seandainya mereka mampu), demikian Allah menggambarkan kesungguhan mereka. Frasa tersebut menggambarkan aqshâ al-istithâ‘ah(kemampuan paling puncak). 

Orang-orang kafir (non-Muslim) akan mencurahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki dan, seandainya mereka mampu, apa pun pasti akan mereka lakukan sampai tujuan mereka benar-benar tercapai. Allah juga menggambarkan, bahwa mereka tidak segan-segan merogoh kocek mereka untuk mewujudkan tujuannya.

"Sesungguhnya orang-orang kafir itu membelanjakan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan membelanjakan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan" (QS al-Anfal [8]: 36).

Semua penjelasan Allah di atas merupakan bentuk kasyf al-khuthath(upaya membongkar konspirasi). Tujuan Allah menjelaskan semuanya itu agar Rasul dan seluruh umat Islam selalu menyadari dan mewaspadai agenda-agenda kaum kuffâr, baik Ahli Kitab, seperti Yahudi dan Nasrani maupun musyrik, seperti Hindu dan Budha, termasuk Sosialis.

Ketika Rasulullah saw. masih di Makkah, konspirasi tersebut dilakukan melalui propaganda dalam rangka menstigmatisasi Islam; juga melalui penangkapan, penyiksaan, serta pemboikotan terhadap para pengemban Islam. 

Propaganda tersebut dilakukan dengan metode penyesatan (tadhlîl), baik secara pemikiran maupun politik. 

Secara pemikiran, Islam dikatakan sihir,[7] dan secara politik, Islam dicitrakan sebagai biang perpecahan.[8] 

Penyesatan seperti ini terus-menerus mereka lakukan. Ketika upaya ini gagal, mereka melakukan langkah kedua: penangkapan dan penyiksaan. Tercatatlah nama-nama sahabat agung seperti Bilâl bin Rabbâh, Abû Dzar al-Ghifâri, dan Sumayyah sebagai korban kebiadaban konspirasi mereka. Ketika upaya ini juga gagal, mereka melakukan pemboikotan terhadap para pengemban Islam. 

Pemboikotan ini dilakukan bukan hanya terhadap Rasulullah saw. dan pengemban Islam, tetapi orang non-Muslim, seperti Banî Hâsyim dan Banî al-Muthallib yang simpati terhadap Islam. Mereka tidak boleh mengadakan transaksi jual-beli dan pernikahan dengan orang-orang kafir Quraisy. 

Namun, setelah itu justru orang Makkah bersimpati kepada orang-orang yang dianiaya itu. Hasilnya, tiga pemuda Quraisy, Hisyâm bin Amr, Zahîr, dan Muth‘im bin Adî, bersama-sama merobek naskah perjanjian zalim itu dan berakhirlah pemboikotan tersebut. 

Mereka tidak berhenti sampai di situ. Setelah Rasul berhasil mendirikan negara Islam di Madinah, mereka terus-menerus berusaha menghancurkan negara Islam. Dalam rentang 10 tahun pemerintahan Rasulullah saw. saja, telah tercatat peperangan antara umat Islam dan kaum kuffâr; baik musyrik, maupun Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani sebanyak 43 kali.

Setelah Rasulullah saw. wafat, umat telah diwarisi sebuah negara adidaya baru yang belum pernah dikenal dalam sejarah. Selama 4 abad, mulai abad ke-7 hingga ke-11, umat Islam telah menikmati kemegahan sebagaisuper power. 

Namun, ketika umat Kristiani Eropa mulai membaca adanya perpecahan di tubuh umat Islam pada zaman ‘Abbasiyah, dendam lama mereka muncul kembali, dan mereka sangat bernafsu untuk mengalahkan umat Islam. Meletuslah Perang Salib selama dua abad, antara abad 11-13 M. 

Era ini memang merupakan era kegelapan Dunia Islam, namun orang-orang kafir tidak pernah berhasil menghancurkan mereka, sekalipun mereka terpecah-belah. Belum sembuh luka akibat Perang Salib, tentara Tartar melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Sebanyak 1,6 juta Muslim dibunuh di Baghdad, Irak. 

Kenistaan itu berhasil diakhiri setelah tentara Tartar dikalahkan dalam Perang Ayn Jalut pada tahun 1260. Banyak tentara Tartar kemudian masuk Islam setelah menyaksikan kemuliaan ajaran ini.

Namun demikian, konspirasi orang-orang fafir tidak pernah berhenti. Mereka sadar, bahwa umat Islam tidak bisa dikalahkan dengan perang fisik. Setelah itu, dimulailah era perang baru, perang pemikiran (intellectual struggle). 

Pada abad ke-14, mereka mendirikan pusat studi ketimuran (the oriental studies), yang kemudian melahirkan para orientalis. Mereka mulai mengkaji kekuatan Islam dan berusaha menyesatkan umat Islam dari ajarannya. 

Dalam kondisi umat yang mengalami kemunduran berpikir yang sedemikian parah, khususnya setelah pintu ijtihad di tutup pada abad ke-4 H/10 M, intellectual struggle memang mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap umat Islam. Sekalipun demikian, mereka tidak berhasil memurtadkan umat Islam dari ajaran Islam sehingga mereka harus melakukan inkuisisi terhadap umat Islam. 

Pada abad ke-15, pasca jatuhnya Granada ke tangan orang Kristen, umat Islam di Spanyol ditangkapi, diinterograsi, dan disiksa agar meninggalkan agamanya. Itulah peradilan inkuisisi yang mereka gelar terhadap umat Islam di Spanyol.

Mulai abad ke-16 M, bangsa Eropa Kristen telah bangkit dengan Renaisansnya. Setelah itu, mereka mulai melakukan imperialisasi di negeri Islam dengan semboyan: Glory, Gospel, dan Gold. 

Imperialisasi semakin menjauhkan umat dari konsepsi keagamaannya. Pada abad ke-17 M, misionaris Kristen pertama masuk di Lebanon, dan mulai merusak pemahaman ummat terhadap Islam. 

Pada abad ke-18, Inggris telah membonceng di belakang Ibn Sa‘ud, dengan menggunakan Gerakan Wahabi, untuk menghancurkan negara Islam dari dalam. Pada abad ke-19 M, konspirasi Inggris, Prancis, dan Rusia berhasil memicu Krisis Balkan. 

Pada abad inilah, UUD ala Barat mulai diperkenalkan di negeri Islam. Sebut saja, Honourable Script (1839) dan Hemayun Script (1855), dua model UUD yang pernah dipaksakan Inggris kepada Khilafah Utsmaniyah. Pada awal abad ke-20, di Hijaz muncul Syarif Hussein, dan di Istambul muncul Kemal Attaturk, yang keduanya merupakan kaki tangan Inggris. 

Dengan konspirasi Inggris dan Prancis, pada tahun 1924 M, telah terjadi revolusi kufur yang berhasil meruntuhkan Khilafah Islam di Turki. Dalam pernyataannya, Cerzon, menteri Luar Negeri Inggris ketika itu, mengatakan:

Kita benar-benar telah menghancurkan Turki sehingga Turki tidak akan pernah bisa bangkit kembali setelah itu. Alasannya, kita telah menghancurkan kekuatannya yang tercermin dalam dua hal: Islam dan Khilafah.[9]

Setelah itu, konspirasi mereka diarahkan untuk mengaborsi setiap gerakan atau partai politik yang berusaha mengembalikan kejayaan Islam dan umatnya melalui Khilafah Islam. Jemaat al-Khilafah di India (1924) berhasil dibelokkan menjadi gerakan nasionalisme dan berfusi dengan Partai Konggres, yang menjadi kaki tangan Inggris di India. 

Konferensi Khilafah (1924) berhasil disusupi intelijen Inggris, lalu dibubarkan. Kemudian, diterbitkanlah buku yang menyatakan tidak ada negara dan tidak wajib mendirikan negara Khilafah, yaitu yang berjudul, al-Islâm wa Ushûl al-Hukm (1925), karya ‘Ali bin ‘Abdurraziq. 

Pada saat yang sama, media massa disibukkan dengan wacana Pan-Arabisme atau Pan-Islamisme, yang dihembuskan Inggris dengan maksud menjauhkan umat Islam dari isu Khilafah. 

Umat akhirnya melupakan Khilafah Islam. Namun, memasuki dekade 50-an sampai 70-an, isu Khilafah kembali mencuat ke permukaan. Inggris yang memahami betul strategisnya isu Khilafah bagi Islam dan umatnya segera menggerakkan kaki tangannya di Timur Tengah untuk melakukan rekayasa guna menangkap, membunuh, dan menghabisi individu, kelompok, atau partai yang berusaha mengembalikan Khilafah Islam. 

Inggris dan Amerika mencoba mengulang kesuksesan Spanyol dengan menerapkan peradilan inkuisisi yang dilegalkan dalam Internal Scurity Act (ISA), UU Subversif (kini menjelma menjadi UU Antiterorisme) atau apa pun namanya, untuk menghancurkan Islam dan umatnya.

Kini, isu terorisme menghiasi kembali panggung politik dunia. Moncongnya diarahkan kepada Islam dan umatnya; justru ketika mata dunia menyaksikan kebobrokan Kapitalisme. 
Citra Islâm rahmat[an] lil al-‘âlamin tenggelam dan digantikan citra barbarisme. 

Islamophobi itulah targetnya. Semua ini merupakan konspirasi kaum kuffâr. Namun, usaha ini sia-sia, karena justru banyak orang kafir kemudian mempelajari Islam secara intensif untuk menemukan realitas yang sesungguhnya.

Wacana Tafsir: Membongkar Konspirasi
Konspirasi orang-orang kafir terhadap Islam dan umatnya memang tidak pernah berhenti. Karena itu, konspirasi tersebut harus dibongkar. Al-Quran sendiri memberikan banyak contoh tindakan membongkar konspirasi (kasyf al-mu‘âmarât) tersebut. 

Karena itu, kasyf al-mu‘âmarât ini merupakan salah satu metode dakwah Islam yang wajib dilakukan oleh para pengemban dakwah. Covering action yang dilakukan untuk menutupi jatidiri individu, kelompok, atau negara itu memang harus dibongkar sehingga umat Islam, seperti sabda Rasul:

« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ »

Seorang Mukmin tidak layak dipatuk (ular) dua kali dari lubang yang sama. (HR al-Bukhâri dan Muslim dari Abu Hurayrah).

Membongkar konspirasi (kasyf al-mu’âmarât) ini dimaksudkan untuk membentuk kesadaran politik (al-wa‘y as-siyâsî) umat; kesadaran yang dibentuk berdasarkan sudut pandang tertentu terhadap dunia. 

Karena itu, ketika al-Quran menyatakan bahwa orang-orang kafir adalah musuh Allah (QS 2: 98 dan 8: 60) dan orang Mukmin (QS 8: 60), maka ini merupakan sudut pandang tertentu yang akan membentuk kesadaran orang Mukmin terhadap orang-orang kafir. 

Lebih jauh, ketika al-Quran menjelaskan secara detail tabiat orang-orang kafir, baik Ahli Kitab maupun musyrik, tentang kebencian (QS 3: 118), konspirasi (QS 8: 30; 86: 15-17), kerjasama antarsesama mereka (QS 8: 73), kerjasama mereka dengan orang munafik (QS 5: 51)—yang menjadi kaki tangan penjajah—- termasuk bantuan dana (QS 8: 36), penyesatan pemikiran dan politik (QS 5: 110; 6: 7; 10: 76; 27: 13; 34: 43; 46: 7; 2: 102), serta penangkapan, pembantaian, dan pencabutan kewarganegaraan (QS 8: 30) untuk menghancurkan Islam dan umatnya, tidak lain merupakan upaya al-Quran untuk membentuk kesadaran politik umat dengan cara membongkar konspirasi jahat tersebut. Wallâhu a‘lam. []
Catatan/Refetrensi:

[1] Ash-Shâbûni, Shafwat at-Tafâsîr, Dâr as-Shâbûni, cet. IX, t.t., juz I, hlm. 505.
[2] Lihat: as-Suyûthi, Itqân Mâ Yuhsin min al-Akhbâr ad-Dâirah ‘alâ Alsin, al-Fârûq al-Hadîtsiyyah, Kairo, cet. I, 1415, juz I, hlm. 424.
[3] Ibn Mazdhûr, Lisân al-‘Arab, Dâr al-Fikr dan Dâr Shâdir, Beirut, cet. III, 1994, juz V, hlm. 184.
[4] Abî Zakariyyâ’ Yahyâ al-Farrâ’, Ma‘ânî al-Qur’ân, ed. Ali an-Najjâr, Dâr as-Surûr, Beirut, t.t., juz I, hlm. 408-409.
[5] Ash-Shâbûni, Shafwat, juz I, hlm. 505.
[6] Makna Furqân di atas berdasarkan pandangan Mujâhid, ad-Dhahâk, Muqâtil, dan Ikrimah. Lihat, al-Baghawi, Ma‘âlim at-Tanzîl (Tafsîr al-Baghawi), Dar al-Ma’rifah, Beirut, cet. II, 1987, juz II, hlm. 243-244.
[7] Lihat: QS al-Mâ’idah [5]: 110; al-An’âm [6]: 7; Yûnus [10]: 76; an-Naml [27]: 13; Saba’ [34]: 43; al-Ahqâf [46]: 7.
[8] Lihat: Qs al-Baqarah [2]: 102.
[9] Lihat: Ali Belhaj, Tanbîh al-Ghâfilîn wa I’lâm al-Hâ’irîn bianna I’âdah al-Khilâfah min A’dham Wâjibât Hâdhza ad-Dîn, Dâr al-‘Uqâb, Beirut, t.t., hlM. 12.

Read more

Thursday, July 2, 2015

Inilah Dalil & Dasar Hukum Tahlilan, Selamatan Kematian, dan Yasinan

Fakta: Tahlilan, Selamatan Kematian, dan Yasinan Ada Dasar Hukumnya! Yaitu AJARAN AGAMA HINDU! Inilah "Islam Nusantara"????

tahlilan nusantara
INILAH DALIL SELAMATAN KEMATIAN.
TERNYATA BANYAK DALIL TENTANG SELAMATAN KEMATIAN, DALILNYA TERTULIS DI KITAB WEDHA.

‪#‎Selamatan‬, Yasinan dan tahlilan ternyata bukan dari islam, tapi dari ajaran agama hindu#

LEBIH 200 DALIL DARI KITAB WEDHA (KITAB SUCI UMAT HINDU) TENTANG SELAMATAN 1,7,10,100 hari,nyewu, dll.

Oleh ROMO PINANDHITA SULINGGIH WINARNO
(sarjana agama hindu(s1) & pendeta berkasta brahmana, kasta brahmana adalah kasta/tingkatan tertinggi pada umat hindu).

Alhamdulillah yang sekarang beliau Romo Pinandhita Sulinggih Winarno menjadi Mualaf/masuk Islam lalu beliau mengubah namanya menjadi Abdul Aziz, sekarang beliau tinggal di Blitar-Jawa Timur.

Dulu beliau tinggal di Bali bersama keluarganya yang hindu, Beliau hampir dibunuh karena ingin masuk islam, beliau sering di ludahi mukanya karena ingin beragama islam & alhamdulillah ayahnya sebelum meninggal beliau juga memeluk agama islam. Abdul aziz berharap seluruh kaum muslimin membantu mempublikasikan,menyebarkan materi dibawah ini.

Jazakumullahu khoiran katsira.

Kesaksian mantan pendeta hindu: abdul aziz bersumpah atas asma Allah bahwa selamatan, ketupat, tingkepan, & sebahagian budaya jawa lainnya adalah keyakinan umat hindu dan beliau menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab wedha (kitab suci umat hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat hindu, demikian akan saya uraikan fakta dengan jelas dan ilmiyah dibawah ini :

1. Di dalam prosesi menuju alam nirwana menghadap ida sang hyang widhi wasa mencapai alam moksa, diperintahkan untuk selamatan/kirim do’a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya).

Pertanyaan ????? apakah anda orang islam juga melakukan itu ?????

ketahuilah bahwa TIDAK AKAN PERNAH ANDA TEMUKAN DALIL DARI AL-QUR’AN & AS-SUNNAH/hadits shahih TENTANG PERINTAH MELAKUKAN SELAMATAN, bahkan hadits yang dhoif (lemah) pun tidak akan anda temukan ,akan tetapi kenyataan dan fakta membuktikan bahwa anda akan menemukan dalil/dasar selamatan,dkk,justru ada dalam kitab suci umat hindu,

COBA ANDA BACA SENDIRI DALIL DARI KITAB WEDHA (kitab suci umat hindu) DIBAWAH INI:

a. Anda buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa SANSEKERTA sebagai berikut: PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA.

ANDA BELUM PUAS, BELUM YAKIN, ???

b. Anda buka lagi KITAB SAMAWEDHA SAMHITA BUKU SATU,BAGIAN SATU,HALAMAN 20. Bunyinya : PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE.

Di paparkan dengan jelas pada ayat wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do’a pada orang tuamu dihari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu(1000 harinya).

Dan dalil-dalil dari wedha selengkapnya silahkan anda bisa baca di dalam buku karya Abdul aziz (mantan pendeta hindu) berjudul “mualaf menggugat selamatan”, di paparkan TIDAK KURANG DARI 200 DALIL DARI “WEDHA” kitab suci umat hindu semua.

JIKA ANDA BELUM YAKIN, MASIH NGEYEL,,, ?

c. Silahkan anda Buka dan baca kitab MAHANARAYANA UPANISAD.

d. Baca juga buku dengan judul ,“NILAI-NILAI HINDU DALAM BUDAYA JAWA”, karya Prof.Dr. Ida Bedande Adi Suripto (BELIAU ADALAH DUTA DARI AGAMA HINDU UNTUK NEGARA NEPAL, INDIA, VATIKAN, ROMA, & BELIAU MENJABAT SEBAGAI SEKRETARIS PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA).

Beliau menyatakan SELAMATAN SURTANAH, GEBLAK, HARI PERTAMA, KE TIGA, KE TUJUH, KE SERATUS, MENDHAK PISAN, MENDHAK PINDHO, NYEWU (1000 harinya) ADALAH IBADAH UMAT HINDU dan beliau menyatakan pula NILAI-NILAI HINDU SANGAT KUAT MEMPENGARUHI BUDAYA JAWA,

=ADI SURIPTO DENGAN BANGGA MENYATAKAN UMAT HINDU JUMLAH PENGANUTNYA MINORITAS AKAN TETAPI AJARANNYA BANYAK DI AMALKAN MASYARAKAT , yang maksudnya sejak masih dalam kandungan ibu-pun sebagian masyarakat melakukan ritual TELONAN (selamatan bayi pada hari ke 105 (tiap telon 35 hari x 3 =105 hari sejak hari kelahiran )), TINGKEPAN (selamatan untuk janin berusia 7 bulan)=

e. Baca majalah “media hindu” tentang filosofis upacara NYEWU (ritual selamatan pada 1000 harinya sejak meninggal). Dan budaya jawa hanya tinggal sejarah bila orang jawa keluar dari agama hindu.

f. Jika anda kurang yakin, Masih ngeyel dan ingin membuktikan sendiri anda bisa meneliti kitab wedha datang saja ke DINAS KEBUDAYAAN BALI, mereka siap membantu anda. atau Telephon Nyi Ketut Suratni : o857 3880 7015 (dia beragama Hindu tinggal di Bali, wawasanya tentang hindu cukup luas dia bekerja sebagai pemandu wisata ).

g. APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU ??? :

# RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu

1. Percaya adanya sang hyang widhi.
2. Percaya adanya roh leluhur.
3. Percaya adanya karmapala.
4. Percaya adanya smskra manitis.
5. Percaya adanya moksa.

# PANCA SRADA punya rukun, yaitu:

• PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).

1. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan,” memetri bapa kuasa ibu pertiwi “).

2. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang DI TUJUKAN PADA LELUHUR).

3. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden/­ndanyangan ). Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu “SELAMATAN KHAUL” memperingati kiyainya/gurunya &semisalnya , yang meninggal dunia.

4. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut “ULANG TAHUN” ).

5. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan ), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam (jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut “selamatan MEGENGAN”.

Fenomena diatas tidak diragukan lagi karena pengaruh agama hindu/budaya jawa/nenekmoyang .

Allah berfirman: “ dan apabila dikatakan kepada mereka ,”ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab ,”(tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami(melakukan-nya).”padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.(QS.Al-Baqarah,170).

“mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka”(QS.An-Najm,23).

Dan Allah juga berfirman: dan apabila dikatakan pada mereka,”mari lah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.”mereka menjawab,”cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya) .”apakah (mereka akan mengikuti)juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ? (QS.Al-Maidah,104)

# AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Pertanyaan ?

Orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya gentayangan?

Buka dalilnya DIKITAB SUCI UMAT HINDU dikitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra umanis (jum’at legi) keris atau jimat di beri bunga&sajen-sajen.

DEWA ASURA akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.

DEWA ASURA atau dikenal dalam masyarakat dengan nama BETHARAKALA , anak ontang anting harus diruwat(ritual dengan selamatan&sajen) karena takut betharakala , sendhang kapit pancuran(anak wanita diantara kedua saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut betharakala, rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap utara&barat, karena takut celaka ).

# AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.

2. NASI TUMPENG

Konsep dalam agama hindu : dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA WEDHA SMRTI ,BAGI ORANG YANG BERKASTA SUDRA(KASTA YANG RENDAH) YANG TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT PERSAKSIAN :

HOM SUWASTIASU HOM AWI KNAMASTU EKAM EVA ADITYAM BRAHMAN ,BAGI YANG TIDAK BISA MENGUCAPKAN KALIMAT DALAM BAHASA SANSEKERTA DIATAS SEBAGAI PENGGANTINYA MAKA MEREKA CUKUP MEMBIKIN TUMPENG, BENTUKNYA ADALAH SEGITIGA, SEGITIGA YANG DIMAKSUT ADALAH TRIMURTI (SHIVA, VISHNU, BRAHMA=>BRAHMAN) ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA SANG HYANG WIDHI WASA , UMAT HINDU MENGATAKAN BARANGSIAPA YANG MEMBIKIN TUMPENG MAKA DIA SUDAH BERAGAMA HINDU.

Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen

3. Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar/sawur bunga, uanglogam, beraskuning,dll, lalu bunga di ronce(dirangkai dengan benang )lalu di taruh/dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini :

a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.

b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.

c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.

Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do’a (muspha/trisandya)&pewangi.

4. KETUPAT

Didalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang kerumah, sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.

Pertanyaan ? apakah anda tahu dasarnya setelah hariraya idulfitri ada hari raya kupatan/ketupat ? apa dasarnya? DEMI ALLAH tidak ada satu dalilpun perintah Allah dari Al-Qur’an dan As-sunnah tentang perbuatan tersebut diatas.

sungguh Allah berfirman: “mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka”(QS.An-NAJM:23).

“ dan apabila dikatakan kepada mereka ,”ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab ,”(tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami(melakukan-­nya).”padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.(QS.Al-Baqarah:170)

# KESIMPULAN

TRADISI-TRADISI SALAH YANG MEMBUDAYA : tradisi keliru dan telah membudaya pada masyarakat kita yang kita sebutkan diatas, bukan untuk diikuti akan tetapi untuk dijauhi. Bahwa setidaknya ada dua alasan mereka melakukan tradisi-tradisi tersebut :

1. Mereka berpedoman dengan hadits palsu;

2. Sebagian dari mereka hanya sekedar ikut-ikutan (mengekor) terhadap tradisi yang berjalan disuatu tempat.

Mereka akan mengatakan bahwa ini adalah keyakinan para pendahulu dan nenek moyang mereka !

Saudaraku sekalian, argumentasi”apa kata orang tua”, bukan lah jawaban ilmiyah dari seorang muslim yang mencari kebenaran. Apalagi masalah ini menyangkut baik buruknya aqidah seseorang. Maka, permasalahan ini harus didudukkan dengan timbangan AL-QUR’AN AS-SUNNAH AS SHAHIHAH.

Sikap mengekor kepada pendahulu dan nenek moyang dengan tanpa memperdulikan dalil-dalil syar’i merupakan perbuatan yang keliru, karena sikap tersebut menyerupai orang-orang quraysy, ketika diseru oleh Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apa jawab mereka ? silahkan anda baca al-qur’an surat az-zuhruf ayat 22 & asy-syu’ara ayat 74.

“bahkan mereka berkata,’sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa)dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka”(Qs.az Zuhruf,22).

Jawaban seperti ini serupa dengan apa yang dikatakan kaum Nabi Ibrahim, ketika mereka diajak meninggalkan peribadatan kepada selain Allah. Mereka mengatakan,” kami dapati bapak-bapak kami berbuat demikian(yakni beribadah kepada berhala).”(QS.Asy Syu’ara,74).

# PENUTUP

Demikian wahai saudaraku persaksian yang dapat saya sampaikan. mari janganlah mencampur adukkan ajaran hindu dengan ajaran islam. misalnya jika anda tidak berani mendakwahi atau menyampaikan pada saudara kita sebahagian umat islam yang masih melakukan selamatan dan sebagainya adalah dari Hindu bukan ajaran islam.

misal Jika anda merasa malu, gak enak (ewuh pakewuh) menyampaikan atau mendakwahi kepada saudara kita muslim yang masih melakukan selamatan dan sebagainya atau malu gara-gara kita menegakkan Al-Qur’an & As-Sunnah , anda keliru besar.

Ingat janji-Nya, Allah berfirman: sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka-,,,,(QS.At-Taubah,111).

Marilah masing-masing kita selalu berbenah dan memperbaiki diri. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita dan seluruh kaum muslimin. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Oleh : Abdul Aziz.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, maka niscaya DIA(Allah) akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Qs.Muhammad,7) .

Mohon disebarluaskan dengan menjaga keaslian tulisan tanpa di tambah maupun dikurangi.

Barakallahu fikum…

Riwayat Anas bin malik-,,,- Rasulullah bersabda: diantara tanda-tanda hari kiamat adalah hilangnya ilmu (keislaman), maraknya kebodohan(tentang islam) [HR.bukhari(no,81)]

[HR.muslim,No.1856]

riwayat dari abdullah bin amru bin al-ash-,,,-,bahwa Rasul bersabda :sesungguhnya Allah azzawajalla tidak menghilangkan ilmu (keislaman)dengan cara mencabutnya dari dada umat manusia, tetapi Allah menghilangkan ilmu (keislaman)dengan memwafatkan para ulama ,sehingga tidak ada seorang ulama pun yang tertinggal. kemudian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, lalu mereka di tanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. [HR.Muslim,No:1858 dengan sanad sahih]

Sumber:Bantahan Salafytobat
Read more

Wednesday, December 24, 2014

Inilah Daya Tarik ISIS bagi Pemuda Barat

Inilah Daya Tarik ISIS bagi Pemuda Barat
KEHADIRAN Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) begitu fenomenal. Kelompok ini muncul begitu tiba-tiba dan mengguncang dunia. Sayangnya: merusak citra Islam dan kaum Muslim dunia!

Kaum Muslim dunia pun kompak menyatakan "ISIS bukan Islam" dan "ISIS tidak mencerminkan ajaran Islam dan Muslim yang sebenarnya".  (Baca: 9 Kejanggalan Kelompok ISIS)

Dunia Islam pun yakin, di belakang ISIS adalah negara-negara Barat yang memanfaatkan kelompok radikal ini guna kampanye kebencian terhadap Islam, merusak citra Islam, dan menjadi dalih untuk terus menekan kaum Muslim.

Fakta terkuat adalah tidak adanya pemikiran ataupun tindakan ISIS untuk membela Muslim Palestina, Muslim Kashmir, Muslim Rohingya, dan kaum Muslim lain yang teraniaya. 

Uniknya, tidak hanya kaum pemuda dari negara-negara Muslim yang tertarik bergabung dengan ISIS, tapi juga kalangan muda dari negara-negara Barat!

Hasil pengkajian terbaru menunjukkan, ISIS mereka memiliki ang­gota sebanyak 20.000 orang dan 2.000 orang di antaranya berasal dari negara-negara Barat, seperti Prancis, Inggris, Jerman, Amerika Seri­kat dan lain-lain.

Mengapa mereka ter­tarik untuk bergabung dengan ISIS? 

DAYA TARIK ISIS
Cao Changqing dari The Epohtimes menyajikan hasil terbaru tentang ISIS itu dalam "Mengapa Pemuda Barat Bergabung dengan ISIS?".

Ringkasnya, ISIS adalah kelompok pecundang (looser) dan pengangguran. Para pemuda pengangguran, kaum marginal yang kecewa, dan mereka yang berjiwa radikal-pemberontak mudah tertarik bergabung dengan sesamanya di ISIS.

Wilayah Kekuasaan ISIS disebut sebagai "tanah suci para pecun­dang". Dilihat dari kondisi para pendukung ISIS dari Barat yang terungkap, kebanyakan dari mereka adalah kaum pecundang atau pengangguran yang tidak me­miliki kemampuan apa pun di negaranya. 

Mereka tidak memiliki keahlian profesional apa pun, bahkan banyak yang tidak lulus SMA dan suka bermalas-malasan.

Sikap se­bagai "kaum pinggiran" yang tidak mendapat perhatian dari masyarakat itu membuat mereka memiliki perasaan anti masyarakat dan anti kapitalisme, sehingga sangat mudah untuk tertarik pada teori ekstrim sesat.

ISIS yang gembar-gembor menantang Barat, terutama dengan sikap barbarnya, telah memberi­kan semacam harapan bagi "kaum pecundang" di negara Barat ini, membuat mereka merasa dibutuhkan disana, memberi mereka peluang un­tuk melampiaskan kekesalan mereka yang merasa tidak puas, tidak senang, dan tidak adil dalam jangka waktu pan­jang dengan cara-cara yang kejam (seperti memenggal kepala).*
Read more

Monday, March 24, 2014

Jokowi Jadi Ancaman Islam di Indonesia

Jokowi Jadi Ancaman Islam di Indonesia
Jokowi Jadi Ancaman Islam di Indonesia

JOKO WIDODO alias Jokowi jadi ancaman Islam di Indonesia. Pasalnya, di Solo ia meninggalkan sosok pemimpin Kristen setelah ia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kemungkina, jika Jokowi terpilih menjadi Presiden, ia pun meninggalkan pemimpin Kristen pula bagi DKI.

Banyak "rumor" yang menyebutkan Jokowi menjadi pion (baca: budak) yang dimanfaatkan pihak asing agar umat Kristen menjadi penguasa di Indonesia.

Jokowi sebenarnnya punya nama Cina, yaitu Wie Jo Koh. Nama ini diberikan oleh orang tuanya berdasarkan nama seorang leluhurnya yang pertama kali datang ke Indonesia, Wie Jok Nyan. Sehingga jelaslah Jokowi adalah seorang Cina bermarga Wie.

Sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, belum ada progres apa pun, seperti mengatasi banjir, kemacetan, dan sejumlah masalah sosial di Jakarta, termasuk soal korupsi. Sebaliknya, dalam pengadaan 1.000 bus Transjakarta, yang senilai Rp1 triliun, sudah terbukti adanya kolusi dan korupsi, dan melibatkan pendukungnya.

Jokowi bukan pemimpin ideal. Pasalnya, banyak pihak yakin, Jokowi disetir alias dikendalikan oleh Megawati, Ketua Umum PDIP. Jika terpilih jadi presiden, Jokowi bakal menjadi "penguasa boneka" yang dikendalikan Mega dan PDIP.

Setidaknya, itulah rumor atau isu yang berkembang di kalangan umat Islam. Silakan tanya ke tokoh-tokoh Islam yang memiliki komitmen yang tinggi dengan keislamannya dan punya akses informasi. Wasalam.
Read more