Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, July 31, 2016

Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja

Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja
Usung Misi Kuasasi Indonesia dan Hidupkan Kembali Komunis, Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja.

Ketua Yayasan Renaissance Foundation Ridwan Saidi, mengingatkan Pemerintahan Jokowi-JK agar mewaspadai pencaplokan wilayah Indonesia oleh Cina.

Menurut Ridwan, saat ini serdadu tentara merah Cina sudah memasuki wilayah-wilayah strategis di Tanah Air. Mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Maluku, sudah dimasuki para tentara Cina, yang menyamar sebagai pekerja dan wisatawan.

"Diduga Cina ingin menguasai Indonesia dengan jalan mengirim tentara mereka yang menyamar sebagai pekerja," ujar Ridwan Saidi, saat konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2016).

Oleh karena itu, Ridwan mengingatkan, jika hal ini tidak segera diantisipasi, dalam beberapa tahun ke depan semua sektor, mulai dari perekonomian, teknologi, hingga pemerintahan di Indonesia bakal disetir Cina.

"Saya sebagai warga negara Indonesia, punya keluarga anak dan cucu merasa berkewajiban mengingatkan pemerintah," katanya.

Senada dengan Ridwan, Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah mengatakan, pemerintah Indonesia harus berkaca pada kasus penjajahan Cina atas negara Tibet.

Awalnya, kata Amir, tentara Cina datang ke Tibet dengan menyamar sebagai pekerja. Mereka kemudian membangun infrastruktur dan perekonomian Tibet.

"Namun pada akhirnya merea menguasai Tibet mengusir pemimpin Tibet Dalai Lama. Makanya, jangan sampai ini terjadi di Indonesia," ujar Amir.

Amir menambahkan, keberadaan pulau reklamasi yang pembangunannya dimotori Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjadi bukti shahih sebagai agresifitas Cina untuk menguasai Indonesia.

"Nantinya, bangunan di atas Pulau reklamasi akan diperuntukkan bagi para pendatang dari Cina. Dari sanalah mereka kemudian akan menguasai nusantara," ungkapnya.
Read more

Saturday, July 30, 2016

Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Arogansi Etnis Cina

Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Arogansi Etnis Cina
Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Arogansi Etnis Cina atas Warga Pribumi

MENTANG-MENTANG rezim Jokowi sedang gencar membela China, warga Cina di Indonesia merasa di atas angin dan berani bertindak arogan.

Warga Cina di Indonesia itu tamu, sebagaimana orang China lain di seluruh dunia. Jadi, bertindaklah seperti tamu. Tuan rumah (orang Indonesia asli) sudah sangat baik menerima orang-orang China yang tidak kebagian tempat di negaranya.

Menurut Sekretaris Forum Umat Islam (FUI) Tanjung Balai, Ustaz Luthfi Ananda Hasibuan mengatakan peristiwa kerusuhan Tanjungbalai, Sumatera Utara, merupakan puncak kemarahan warga akibat sikap warga etnis Cina yang selama ini arogan.

“Mereka suka menyepelekan, suka semena-mena, jika kesenggol sedikit langsung marah dan tak segan-segan mengajak berkelahi,” ujarnya lansir Suara Islam Online, Sabtu (30/7/2016).

“Dan sudah menjadi rahasia umum, sekitar Vihara sering terjadi prostitusi, mereka menjual anak-anak kita dari kaum Muslimin,” tambah Ustaz Luthfi.

Karena itulah, kata dia, warga sudah lama geram. “Selama ini kita sudah bersikap sabar, namun karena sudah keterlaluan dan kemarahan warga tak terbendung jadi sekarang ini puncaknya,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Ustaz Luthfi, jika masyarakat dari golongan manapun bisa saling menghormati dan menghargai itu tidak akan ada masalah. “Kalau kita gak diganggu, agama kita gak diusik, itu gak akan ada masalah,” jelasnya.

“Karena itu kita berharap kedepannya mereka tidak bersikap semena-semena lagi, dan jangan mengusik agama kita,” harap Ustaz Luthfi.

Kita lihat, apakah Jokowi akan mengundang para pembakar vihara dan klenteng itu, sebagaimana ia mengundang ke istana para pembakar masjid di Talikara?
Read more

Wednesday, April 1, 2015

Hendropriyono Dituding di Balik Pemblokiran Situs Islam

Hendropriyono Dituding di Balik Pemblokiran Situs Islam
VIVA.co.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Makhmud (AM) Hendropriyono, dituding sebagai orang di balik kebijakan pemerintah memblokir sejumlah laman atau situs yang memuat paham radikal. Seperti ideologi yang dianut kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ahmad Fatih, menuding Hendropriyono bekerja sama dengan Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) merekomendasikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup situs-situs Islam yang diklaim radikal.

Fatih bahkan menyebut BNPT dan Hendopriyono alergi atau anti dengan kata jihad. Sehingga dia menyimpulkan terjadi fobia atau ketakutan berlebihan pada Islam.

"BNPT dan Hendropriyono sangat alergi dengan kata jihad. Sehingga sangatlah wajar jika media yang memberitakan pergerakan jihad akan diblokir sesuai dengan pesanan BNPT," ujar Fatih melalui siaran pers yang diterima VIVA.co.id pada Rabu, 1 April 2015.

Fatih berpendapat, kebijakan pemblokiran yang tanpa parameter jelas sebagai upaya membiaskan ajaran Islam. Sementara paham Syiah dan pemikiran Islam yang liberal diterima atau tidak dilarang. Padahal media-media daring (online) itu berusaha menjaga dan membentengi akidah umat Islam dari kesesatan dan penyimpangan.

"Tidak adil jika situs media Islam diblokir sedangkan situs media Syiah, Islam liberal, aliran dan paham sesat lain bebas berkeliaran dan meracuni akidah umat Islam," ujar Fatih.

Serupa Media Islam Masyumi
Fatih bahkan menyamakan pemblokiran itu dengan kebijakan pembredelan media Harian Abadi yang dikelola Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) di era orde lama. Pola-pola seperti itu, katanya, memang biasa dilakukan penguasa tiran.

Dia mengutip teori Robert W Hefner dalam buku yang ditulisnya Islam Pasar Keadilan bahwa pemblokiran itu merupakan bagian kampanye yang disengaja terhadap media Islam.

"Peran media Islam tidak hanya memberikan informasi aktual terkait perkembangan Islam, tempat untuk menuntut ilmu, namun juga bisa berperan sebagai alat penyeimbang pemerintahan dalam melakukan cross and balance," katanya.

Peran media Islam, ditegaskan Fatih, adalah sebagai pemberi masukan atas kebijakan–kebijakan pemerintah yang keluar atau tidak sesuai dengan Islam. "Dan kebijakan–kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat," kata Fatih.*
Read more

Tuesday, March 31, 2015

Petisi Jangan Bungkam Dakwah Islam Tembus 2.062 Dukungan

jangan bungkam dakwah islam
Jakarta, HanTer - Rencana penutupan sejumlah situs media Islam yang lahir dari inisiatif dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kemenkominfo menerima daftar 22 situs yang rencananya akan diblokir.

Rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari masyarakat dengan menggalang petisi kepada Menkominfo Rudiantara di change.org, Selasa (31/3). Petisi digalang Irfan Noviandana yang beralamat di Jakarta itu memberi tajuk "Jangan Bungkam Dakwah Islam, Stop Blokir Situs Islam" hingga berita diturunkan telah mendapat 2.311 dukungan.

Irfan menilai, umat Islam di Indonesia kembali mendapat perlakukan tidak adil dari pemerintah, khususnya BNPT dan Kemenkominfo. Apalagi, alasan yang digunakan BNPT bahwa situs dakwah Islam disinyalir menyebarkan paham radikalisme sangat mengada-ada.

Surat permintaan penutupan situs dari BNPT yang tersebar di jejaring sosial dengan nomor: 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal menyebutkan ada 19 (sembilan belas) situs yang masuk dalam daftar situs penyebaran paham radikal. Jika melihat informasi yang diberitakan pada situs resmi kominfo.go terdapat lebih banyak atau 22 (dua pulu dua) situs yang diblokir.

Adapun ke-22 situs yang telah diblokir yakni:
1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzammedia.com dan
22. indonesiasupportislamicatate.blogspot.com

Tak hanya itu, Kemkominfo juga telah meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir ke-22 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPT bahwa situs/website tersebut merupakan situs/website penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme.

Menurut Irfan, jika melihat dari konten sebagian besar situs yang digolongkan kedalam situs penyebaran paham radikal--ikut menyebarkan propaganda ISIS--tersebut sangat jauh dari tuduhan BNPT. Pasalnya, mayoritas ulama dan ormas-ormas Islam di Indonesai telah bersepakat dengan fatwa-fatwa ulama di dunia bahwa paham ISIS termasuk paham ghuluw/radikal.

''Jika ada kelompok yang mendukung ISIS di Indonesia dapat dipastikan hanya sekelompok kecil. Artinya tuduhan BNPT kepada sebagian besar situs-situs diatas salah total, karena paham mereka sangat bertolak belakang dengan paham ISIS,'' katanya.

Karenanya, lanjut Irfan, petisi ini mengajak masyarakat muslim di Indonesia pantas mencurigai pemerintah melalui BNPT menggunakan isu ISIS untuk membungkam dakwah islam di dunia maya melalui kewenangan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Pembredelan sejumlah situs Islam tersebut juga melanggar kebebasan pers, sebagaimana diatur Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999 pasal 4.

Pertama, Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Kedua, Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ketiga, Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Keempat, dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

''Kami memberikan waktu kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara dalam 2 x 24 jam untuk segera memberikan respons dari tuntutan umat Islam yang telah dirugikan haknya dari pemblokiran situs dakwah tersebut,'' katanya.

''Kami mengajak kepada seluruh umat islam di Indonesia untuk ikut andil memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang telah dibungkam kegiatan dakwahnya melalui pemblokiran situs-situs dakwah Islam yang digolongkan kedalam 22 situs penyebar paham radikal dengan memberikan tanda tangan petisi ini dan menyebrakannya. Jika Kemkominfo tidak memberikan respon dari waktu yang diberikan, mari bersama-sama melakukan aksi protes yang lebih efektif,'' jelasnya.*
Read more

Friday, March 13, 2015

34 Penganut Syi'ah Penyerang Majelis Az-Zikra Kembali Masuk Islam

Protes IJABI makin menegaskan bahwa Syi'ah memang BUKAN Islam.

34 Penganut Syi'ah Penyerang Majelis Az-Zikra Kembali Masuk Islam
SEBANYAK 34 pengikut syiah yang menjadi tersangka penganiayaan jamaah Masjid Az-Zikra menyatakan bertaubat dari ajaran Syiah. Mereka menyatakan kembali masuk Islam.

Mereka mengaku menyesal telah meyakini ajaran yang diputuskan menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, hingga melakukan kekerasan kepada warga Ahlussunah.

Ikrar para pengikut Syiah itu dilakukan ketika Majelis Az-Zikra dipertemukan dengan 34 tersangka pada Kamis (5/3/2015). 

Ketua penyerangan, Ida Bagus Handoko, ikut menyatakan penyesalannya. Kehadiran Az-Zikra ini dilakukan usai para keluarga tersangka mendatangi Arifin Ilham dan merengek meminta maaf.

Menyusul ikrat taubat pengikut Syiah ini, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonsia (IJABI) bersama The Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) melakukan protes.

Divisi Hukum OASE, Ferdi Irawandi, menilai pihak Majelis Az-Zikra telah mempengaruhi keyakinan tersangka hingga menyatakan taubat dari Syiah dan kembali Ahlussunah.

“Mereka diborgol, dipengaruhi keyakinan agamanya, disuruh bertaubat dan dirukyah,” kata Ferdi ditemani Jalaluddin Rakhmat beserta istri, Emilia Renita, di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Kamis (12/3/2015).

Sementara itu, Juru Bicara Majelis Az-Zikra, Ahmad Syuhada, menilai apa yang diucapkan Ferdi semakin menunjukkan perbedaan Syiah dengan Ahlussunah.

“Jika kelompok IJABI protes, berarti ajaran Syiah memang berbeda dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah,” ujar Ahmad Syuhada kepada Islampos, Jum’at (13/3/2015).

Ahmad Syuhada mengatakan proses pertemuan Az-Zikra dengan tersangka berjalan dengan akrab dan ekspresif. Tangan mereka pun tak diborgol seperti dituduhkan Jalaluddin Rakhmat cs.

“Kedatangan kami kesana menunjukkan kasih sayang kami. Bukti kasih sayang itu, kami tunjukkan dengan memberikan sebuah santunan bagi mereka yang memiliki keterbatasan,” tutur Syuhada seperti dikutip  Islampos.*
Read more

Friday, March 6, 2015

ISLAMTOLERAN.COM vs ISLAMPOS.CO soal ANJING. YANG BENAR: ISLAMPOS!!!

ISLAMTOLERAN.COM vs ISLAMPOS.CO soal ANJING. YANG BENAR: ISLAMPOS!!!
ISLAMTOLERAN.COM MENYEBAR FITNAH DAN BERITA ASAL. AMATIRAN SEKALI. MAKLUM, KAFIR BERKEDOK ISLAM !!!! JANGAN PERCAYA ISLAMTOLERAN.COM !!! 
ISLAMTOLERAN.COM- Usai acara Proses mediasi antara pemprov DKI dan DPRD DKI kemaren yang difasilitasi oleh pihak kemendagri sempat terdengar celetukan " Anjing Lu"
Celetukan " Anjing Lu" tersebut Berasal dari pihak anggota DPRD DKI yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama
Usut punya usut celetukan kasar tersebut ternyata berasal dari seorang politisi PKS bernama Haji Tubagus Arif, S. Ag
Dugaan Tersebut dituturkan oleh akun facebook bernama " Made Supriatma" , dalam akun facebooknya Made Supriatma menuturkan bahwa politisi PKS Haji Tubagus Arif, S. Ag meneriaki ahok " Cina anjing"
Berdasarkan pantauan Islamtoleran.com, postingan akun FB " Made Supriatma" tersebut hingga saat ini telah di share oleh 510 pengguna facebooker
Berikut ini isi lengkap postingan lengkap akun FB " made Supriatma" :
"Cina anjing ... " Begitulah teriak seorang anggota DPRD kepada Gubernur DKI dalam proses mediasi di Kemendagri. Berita di media sosial menengarai teriakan itu datang dari mulut Haji Tubagus Arif, S. Ag. (Sarjana Agama, Sodara-sodara!), anggota DPRD DKI dari Partai Keadilan Sejahtera.
Ucapan, 'Cina, Lu' sendiri sering dipakai untuk menghina etnik Cina di Indonesia. Pengertiannya tidak sekedar kulit kuning dan mata sipit tetapi juga serakah (karena dianggap kaya dan kekayaannya diperoleh dengan cara tidak adil) dan kafir.
Sementara 'Anjing, Lu' adalah makian yang sangat kasar.
Dengan menggandakan hinaan ini, politisi ini seakan menyatakan keyakinan moralnya. Orang seperti Ahok tidak sederajat dengan dirinya karena (1) dia Cina; (2) dia sederajat anjing.
Sikap dan keyakinan seperti ini bukan sesuatu yang aneh di negeri ini. Orang menjadi makin eksklusif. Mereka tidak saja menolak apa saja yang dianggap bukan bagian dari identitasnya. Mereka juga merasa berhak untuk melontarkan hinaan sekeji-kejinya.
Ironisnya, bangunan argumen yang dipakai oleh DPRD DKI untuk menentang Ahok adalah bahwa dia tidak tahu etika dan tidak tahu sopan santun. Tapi kita lihat sendiri, apakah tingkahlaku anggota DPRD ini beretiket dan santun?
Sisi yang baik adalah bahwa Ahok kabarnya menyerap hinaan itu dengan mengatakan, "Daging anjing itu enak ..." (baca: Diteriaki anjing oleh DPRD, Ini Dia Jawaban Ahok )
Tapi kita tahu dimaki 'Anjing" itu tidak enak. Begitu juga untuk etnik Cina yang dihina kecinaannya.
Dan sesungguhnya mulut anjing jauh lebih santun daripada mulut politisi ini.

BERITA YANG BENAR
Islamedia.co -  Fitnah kembali mendera politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kali ini fitnah diarahkan kepada anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS Tubagus Arief. Tubagus Arief dituduh mengucapkan kata "Anjing" saat acara Proses mediasi antara pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Media online yang mengatasnamakan Islam, islamtoleran.com dalam rilis beritanya jum'at 6 Maret 2015 memberitakan : "Politisi PKS Ini Teriaki Ahok ‘Cina Anjing’ Ketika Mediasi Pemprov DKI & DPRD

Menyikapi fitnah yang diarahkan kepada dirinya, Tubagus Arief langsung membantahnya dan menegaskan bahwa bukan dirinya yang mengatakan kata "anjing".

"Di pagi ini kita dikagetkan dg tuduhan yang keji & fitnah. Alhamdulillah lisan ini masih terjaga & tidak mengucapkan spt hal yang dituduhkan. " tulis Tubagus Arief melalui akun twitternya @Tubagus_Arif, Jum'at (6/3/2015).

Senada dengan Tubagus Arief, akun youtube bernama "Jawara kebenaran" mengunggah sebuah video dengan judul "Mengungkap kebenaran Tubagus", kamis (5/3/2015). Dalam video berdurasi 0:59 menit tersebut sangat jelas bahwa suara "anjing" bukan berasal dari Tubagus Arief.


Untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi link youtube berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=MRb6H4140xs&feature

  

[islamedia/mh] 
SIAPA ISLAMTOTERAN?
AntiLiberalNews - Beberapa bulan belakangan ini dunia maya diramaikan dengan situs publisher yang banyak dijadikan rujukan aktivis liberal dan pluralisme. Nama situs tersebut adalah Islam Toleran.
Dilansir Fimadani,  situs tersebut dianggap menyulut intoleransi karena konten dan opininya yang seringkali tidak benar.
Hal ini membuat bingung karena redaksi situs tidak dicantumkan dan administrator situs menggunakan nama samaran. Dalam bahasa jurnalistik online, disebut sebagai “situs kaleng”.
Namun, salah seorang admin menjelaskan pada publik bahwa situs Islam Toleran adalah situs yang didirikan oleh sejumlah orang Non Muslim.
Islam Toleran Bukti Didanai Non Muslim“Web Islamtoleran.com ini didirikan oleh banyak orang bukan satu orang saja sebab para admin web islamtoleran.com ini terdiri dari orang orang multi etnis dan agama baik itu orang Muslim, Kristen, hindu, Buddha dan Kong Hu Chu yang sangat peduli terhadap kerukunan antar umat dan keutuhan NKRI,” terang salah seorang adminnya yang menggunakan nama palsu, Son Goku, dalam opininya 1 Januari 2015 lalu.
Selain itu, situs yang mencatut nama Islam ini juga dibiayai oleh orang-orang Non Muslim.
“Dana pembuatan web islamtoleran.com ini juga di dapat dari hasil sumbangan dari orang orang multi etnis dan agama, baik itu orang Muslim. Kristen, Hindu, Buddha dan Kong Hu Chu,” paparnya.
Nah, jika sudah demikian, kira-kira apakah tujuan orang-orang Non Muslim membuat dan membiayai situs dengan nama Islam Toleran?


Read more

Tuesday, January 27, 2015

Buku Misionaris Kristen Menghina Islam Beredar di Mataram

Buku Misionaris Kristen Menghina Islam Beredar di Mataram
Buku-buku tersebut mencela Allah SWT, menghina Nabi Muhammad SAW, serta mengajak umat Islam masuk Kristen.

SEBUAH buku berisi "petunjuk" agar umat Islam masuk mempercayai Yesus Kristen sebagai Tuhan dan masuk agama Kristen beredar di Mataram.

Dalam buku tersebut antara lain tertulis, "Inilah JALAN LURUS yang dicari umat Muslim sedunia! Yesus Kristuslah Jalan Lurus Itu. Jalan yang akan membawa Anda ke surga. Jika Anda ingin mencapai surga, tidak ada jalan lain selain percaya kepada Sang Jalan, yaitu Yesus Kristus".

Menanggapi ulah misionaris Kristen yang berusaha memurtadkan umat Islam itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram TGH Muhtar mengimbau warga di daerah itu tidak terpengaruh , meskipun buku-buku tersebut mencela Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

"Alhamdulillah buku-buku itu sudah diamankan dan tidak meluas ke masyarakat. Untuk itu, mari kita merapatkan barisan untuk terus menjaga kesatuan dan persatuan antarumat agar Kota Mataram bisa tetap aman dan kondusif," kata TGH Muhtar di Mataram, seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/1).

Sebagai langkah antisipasi setelah ditemukannya buku-buku tersebut, MUI telah melakukan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan menyampaikan hal tersebut kepada semua pimpinan umat.

"Dari pengakuan Pak Bambang (pimpinan umat Kristen di Kota Mataram), menyebutkan bahwa mereka tidak pernah menyebar buku-buku tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan, dari pimpinan umat Kristen sendiri menduga kemungkinan buku-buku itu disebar oleh orang luar. Hal itu terbukti setelah pimpinan umat Kristen melakukan penelusuran terhadap penyebaran buku-buku tersebut.

"Memang benar, ternyata penyebar buku-buku yang dikhawatirkan menimbulkan perpecahan antarumat itu dilakukan oleh pihak luar," ujarnya.*
Read more